Hello rekan-rekan steemit sekalian, mudah2han anda semua dalam keadaan sehat walafyat.
Malam ini saya kembali hadir ke tengah-tengah anda, membawa sebuah pemikiran yang sama usangnya dengan kamampuan saya menulis. Begini kawan, saya mengibaratkan Steemit sebagai sebuah kampung, yang dihuni oleh berbagai manusia dari berbagai suku dan agama. Tentunya kampung ini sudah sangat modern dan canggih.
Dalam sebuah kampung tentunya kita hidup dengan berbagai latar belakang pendidikan, wawasan, kepercayaan dan serta pekerjaan. kali ini saya berperan sebagai tukan manjat kelapa "tukang ek U". ini bukanlah sebuah pekerjaan yang hina dimata saya. Sebutlah nama saya sebagai Apa Tamin si tukang panjat. Ups jangan salah saya adalah tukang panjat kelapa bukan panjat-panjat yang lain yang sedang ngetren sekarang ini.
Sebagai pemanjat kelapa profesional tentunya saya mencari pekerjaan dengan nongkrong di pasar atau dimana para petani kelapa sering duduk-duduk. dengan harapan apabila sedang beruntung saya akan mendapat panggilan untuk memanjat kelapa meraka, sebagai pemasukan hari ini. Sudah agak siang saya belum dapat pesanan apapun dari manapun untuk memanjat kepala.
Pikir punya pikir, akhirnya saya putuskan untuk menyelidi penyebab orderan kelapa sudah jarang saya dapat, walaupun disini saya adalah satu-satunya tukan panjat kelapa yang paling professional. Betapa terkejutnya saya melihat fonomena yang aneh bahwasanya mereka tidak lagi membutuhkan saya untuk memanjat kelapa karena sudah ada tukang panjat kelapa yang lain, yang sangat mampu mengalahkan kepopuleran saya dalam hal memanjat kelapa, haddduuuhhhh cakepnya tukang panjat kelapa sekarang ini.
lihat sendiri betapa cantiknyaaaaaan
Tanpa maksud melecehkan atau menghina
Akhirnya saya harus menelan kenyataan pahit ini seorang diri saja, jika sudah begini tidak mungkin saya bersaing dalam masalah panjat kelapa, mungkin sudah saatnya saya mengalihkan profesi saya yang sudah saya dalami puluhan tahun. pikir punya pikir saya mesti jumpa dengan kepala kampung untuk bisa merembukkan masalah ini, kebetulan kepala kampung saya ini adalah seorang yang terkenal dengan kebaikan dan kelihaiannya dalam hal mencari peluang usaha dan saya berharap bahwa kepala kampung saya ini bisa memberi solusi yang cocok dengan saya.
Akhirnya setelah sholat ashar berkunjung lah saya kerumah pak kepala desa KSI, belum sampai saya memberi salam pak kepala desa sudah langsung membuka pintu sambil menyapa, mau kemana Apa Tamin, apa mau jumpa dengan saya?, "iya pak geuchik (gak enak panggil nama).
"jadi maksud kedatangan Apa Tamin kamri?" sambung pak geuchik bersahaja
"Begini pak geuchik, saya kan tukang panjat kalapa, tapi akhir-akhir ini saya tidak mendapat job panjat kelapa lagi, selidik-punya selidik ternyata sudah ada tukang panjat kelapa yang lain yang lebih mantap dari pada saya, jadi saya berfikir untuk alih profesi saja pak geuchik" jelas saya dengan lengkap.
"OOO...begitu, ayuk kita ke warung Apa Mae dulu untuk ngopi...disana kita ngobrol sambil ngopi, kebetulan saya mau keluar untuk ngopi" jelas pak geuchik dengan bersahaja.
Brummmmmmmm.....brummmmmmm akhirnya saya diboncengin pak geuchik untuk ngobrol di warung kopi bersama...
Singkat cerita...
Setelah tiba di warkop dan memesan kopi pancong sedikit gula, akhirnya saya beranikan diri untuk melanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi.
"jadi bagaimana ini pak geuchik?? ini saya sudah agak sulit mencari rejeki, untuk hari ini saja saya belum dapat apa-apa untuk saya bawa pulang ke rumah". sambung saya tanpa basa-basi.
"jadi kalo begitu saya punya ide". sambung pak geuchik dengan tenang.
"Apa akan saya kenalkan dengan teknologi mederan yang bisa mendatangkan penghasilan dengan pekerjaan yang lebih mudah, bagaimana Apa". jelas pak geuchik antusias.
"baiklah kalo begitu, jadi apa pekerjaan saya itu pak?", lanjut saya penasaran.
"Begini Apa, sekarang sudah ada teknologi mata uang digitala di internet, kita juga bisa dapat uang tersebut dengan mendaftar sebagai anggota di internet, cara daftarnya, Apa masuk ke Steemit, kemudian buat sebuah akun pribadi, nanti saya ajarkan bagaimana. Apa cukup memposting saja, kalo beruntung ada orang yang suka dengan tulisan Apa, meraka akan kasih uang lewat upvote". begitulah penjelasan pak geuchik panjang lebar. saya sebagai orang yang paham sedikit teknologi tentu sudah bisa paham agak sedikit.
Akhirnya betulah cerita saya sampai memiliki sebuah akun di steemit ini. Setelah memiliki akun pribadi saya ini, mulai kehidupan saya yang baru yaitu memposting tulisan dan photo. apa-apa saya posting, beginilah saya sekarang dalam bekerja dari hari ke hari. kadang kala saya dapat apa yang saya harapkan, kadang juga tidak beruntung, tetapi saya menikmati pekerjaan saya yang baru ini, doakan saya sukses ya kawan-kawan
NB: Mohon maaf kepada bapak andai ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan bapak. ini hanya sebuah dongen sebelum tidur dari saya
Nama dan karakter dalam dongeng ini hanya rekayasa penulis semata
Selamat menikmati
Wassalam