Relung malam, selalu kupanjatkan kepada Hakikat diri yang selalu terbawa fana kehidupan
Kisah elektis terpraktisi Oleh kepemimpinan yang haus Tahta, Haus keinginan dan cipta akan Batiniah
Rela ku berpacu pada Cinta Yang harus ku madu, rela cintaku terpintas di senja
Ketika Kulihat raut wajah cerah tak tertata selalu membayangiku
Kuceritakan segala keluh kesah yang ada, kupandangi langit tak bergugus
Teh panas sembari Ku cicipi, Kunikmati dengan Sesendok Susu Dan gula
Aku Ingin meresapi diri seperti aku Meratapi diri sembari aku membuat setitik carik yang sangat ingin ku genggam
Wahai Diriku yang sedang tak bersatu, wahai Jiwa diri yang kuhempaskan
Aku rela Tak Bersatu Dengan waktu
Zaid al adawi
4 Juli 2018