Sahabat steemian yang berbahagia
Musibah demi musibah dalam bulan September-Oktober ini terus saja terjadi di negeri ini. Belum kering air mata kita melihat satu musibah, datang lagi musibah lain yang mendera berbagai daerah negeri ini.
Kita tahu musibah gempa yang melanda Lombok begitu pilu kita rasakan. Disaat masyarakat Indonesia belum pulih deritanya, datang lagi musibah gempa dan tsunami yang melanda tiga daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi begitu banyak tercurah perhatian kita semua. Siapa yang tidak sedih dan pilu melihatnya. Belum tuntas soal Palu, Donggala dan Sigi, pekan lalu kita dihentakan lagi musibah gempa di Cimahi Jawa Timur dan Bali.
Air mata kita menetes lagi. Dan lagi-lagi, saat air mata itu belum mengering, kembali kita dihentakan dengan kabar banjir bandang yang melanda Madina, Sumatera Utara (Sumut) ratusan rumah hancur dan puluhan nyawa melayang.
Banjir bandang Madina
Disaat kita mulai berpikir untuk Madina, lagi-lagi, bencaa itu datang menghampiri. Kawasa pantai barat-selatan Aceh dilanda banjir hebat. Ratusan rumah teredam, ratusan jiwa juga warga mengungsi.
Banjir yang melanda pantai barat selatan ini merendam empat kabupaten/kota yakni Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Kota Subulussalam dan Aceh Singkil. Betapa pilu nasib masyarakat kita yang dilanda musibah.
Coba lihat link ini, musibah banjir Abdya yang diawali dengan datangnya air bah:
sahabat steemit yang berbahagia. Indonesia sedang berduka,ibu pertiwi sedang menangis. Tentu ada hikmah dibalik itu semua. Allah pasti punya recana lain yang terbaik untuk kita semua, untuk Indonesia ku.
Semua musibah ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Sudahkah, kita benar-benar insan yang taat dalam ibadah dan segala hal. Semoga kita semua bisa mengambil satu pelajaran tersirat yang diberikan Allah SWT.