kembang di terik siang
Bangun tidur, bercinta lalu tidur lagi
Teringat debat malam tadi
Merusak selera menonton televisi untuk sekedar tahu situasi
Bosan, orang-orang suka menertawai orang lain seperti lupa itu cermin diri
Ritual 5 tahunan di negeri seindah ini selalu bikin dada nyeri
Sepak bola tidak bisa membuat semua kebosanan pergi menjauh, malah bikin patah hati
Orang-orang masih terus berupaya korupsi
Meski sekolahnya dibuka dari pagi sampai pagi
Berebut kuasa mengenyangkan perut sendiri
Apa yang dicari?
Aku membaca cerita orang-orang mengumpulkan donasi
Membangun mesjid,sekolah dan mengobati orang miskin yang sakit kurang gizi
Banyak yang segera mengulur tangan menyisihkan sedikit dari tabungan yg masih berisi
Tak sedikit pula yang menebar benci meninggalkan jejak caci maki
Lupa, kita manusia tidak bisa hidup sendiri
Sebab saat mati, orang lain yang akan mengurusi.
Teringat kucing mati korban tabrak lari
Makin hari makin sedikit saja yang menjaga kesucian hati nurani
Meski tak henti orang mengutip keagungan ayat-suci
Diperjual belikan demi kebabggaan diri
Ngomel saja tidak bikin waktu berhenti dan semua terulang kembali
Aku mengutuk kebencian yang tiba-tiba tumbuh terhadap saudara sendiri
Orang-orang sama makan nasi dan segala yang tumbuh di muka bumi
Memangnya hidup kalian abadi?
Arrgghhh... aku bosan hingga dalam tulang
Sembunyi bukan pilihan paling jitu sebab hidup berisi banyak peluang
Menjadi baik dan terus berbuat baik hingga tiba waktu pulang
Semoga kita masih bisa saling mengenang
Dengan cinta-Nya yang tak pernah terbuang
Orang bisa mengingat hari lahir tapi tak pernah bisa merayakan hari kematiannya sendiri, jadi apa yang membuatnya sombong dan berasa jadi pemenang?
Pamulang, 31 Maret 2019