This photo was taken by Samsung Smartphone Camera.
Aku tidak paham apa-apa, saat ini suasana sedang kusut, semrawut, dan alabalanya. Logika diutamakan daripada rasa, kadang akal lebih diprioritaskan dibanding logika. Kadang-kadang akal, logika dan rasa melebur menjadi satu, namun yang kadang-kadang itu tadi merupakan keseimbangan dalam menjalani apapun. Berhubung kita ada hubungan satu sama lain, bagaimana supaya kita bisa menggabungkan akal, logika dan rasa dalam jarak tempuh yang sangat jauh ini? Apakah dari jarak yang jauh ini kita bisa menjalin persahabatan dan percintaan yang harmoni?
Aku kira ini semua bergantung padamu, bergantung pada pola pikir, sugesti dan rasa cintamu. Tidak ada larangan untuk mengutamakan logika dibanding rasa. Tapi setidaknya, menghayal dan menciptakan suatu lelucon akan membuat akal menjadi sehat bukan? Sehingga kegilaanmu hanya kau anggap sebagai penyembuhan dari rasa sakitmu. Syahdan, bagaimanapun ceritanya, jika kamu mengorbankan sesuatu secara mati-matian, maka balasan bagimu sungguh nikmat. Tapi kamu takut akan dicap budak atau pembantu bukan? Padahal nyatanya mereka sangat cinta kepadamu dan salut dari apa yang kamu korbankan itu. Maka kuputuskan aku begitu cinta kepadamu, love you