Lokasi photo: Simpang empat Keude Matang
Lampu lalu lintas telah diadopsi hampir di semua kota di negri ini, tak luput di kota-kota Aceh khususnya. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal, untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan.
Berhenti.. Semua pengemudi kendaraan akan berhenti dalam waktu tertentu, salah satunya saat durasi lampu merah menyala.
Berdasarkan informasi yang aku dapat, kinerja lampu merah terbagi dalam dua hal. Pertama, lampu merah diatur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kedua, lampu merah diatur sesuai dengan jumlah kepadatan kendaraan di jalan raya. Jadi fungsi dari lampu merah adalah mengatur lalu lintas.
Bisa dibayangkan bagaimana bila tidak ada lampu merah, maka kondisi di jalan raya bisa tidak terkendali. Walaupun terkadang dengan ada lampu merah pun masih saja tetap tidak terkendali. Itu hal lumrah yang banyak terjadi bukan? Hal ini bukan karena lampu merahnya, tapi lebih ke pengguna jalan raya yang memang, "takheun hana utak, tengkurak ubee raya" yang tidak disiplin pastinya.
Saat lampu merah menyala, ada dua tipe manusia yaitu mereka yang tidak menyukai saat lampu merah menyala karena harus berhenti dalam waktu tertentu, (entah itu terburu-buru, entah pula karena sifat kebinatangannya keluar ingin menerobos) dan mereka yang mematuhi saat berhenti di lampu merah (entah memang disiplin, entah pula karena ada polisi yang sedang melototin).
Sampai disini, silahkan berpikir kamu termasuk tipe manusia mana dalam menghadapi keadaan lampu merah menyala?
Lokasi photo: Simpang empat Keude Matang pukul 23.30 Wib
Analogi lampu merah adalah menandakan berhenti. Saat lampu merah menyala, semua kendaraan dan pejalan kaki harus berhenti, kalau tidak, mungkin akan mengakibatkan sesuatu hal yang tidak diinginkan. Begitu pun dalam kehidupan pribadi masing-masing, ada kalanya kamu harus berhenti sejenak untuk memompa kembali semangatmu. Berhenti sejenak untuk bisa menoleh ke sekelilingmu agar kamu dapat renggut segala yang menjadi motivasimu.
Berhenti disini mengartikan bahwa kamu punya waktu untuk setidaknya memperhatikan atau bahkan melihat ke dalam diri sendiri dan mungkin juga sekitar. Saat kamu berhenti sejenak, kamu dapat mengevaluasi hidupmu, memperhatikan dirimu sendiri dan juga melihat sekelilingmu. Sama seperti lampu merah yang diatur sesuai kepadatan jumlah kendaraan di jalan raya, maka hidupmu pun seperti itu, ada kalanya isi kepala sampai dikondisi “padat” maka kau memang harus berhenti untuk menunggu berkurangnya “kepadatan” isi kepala. Sehingga jika kondisinya memang sudah memungkinkan maka kamu dapat melanjutkan perjalanan hidupmu. Hal-hal tersebut tidak dapat kamu lakukan saat kamu sedang berjalan, karena saat itu kamu hanya fokus pada apa yang ada didepan dan pada arah yang ingin kamu tuju.
Namun ada hal yang harus diperhatikan saat kamu berhenti di lampu merah hidupmu, jangan terlalu lama melakukan pemberhentian sebab hidup tetap terus berjalan. Saat kamu terlalu lama berhenti, maka akan ada banyak hal yang seharusnya dilewati menjadi tertinggal. Hal inilah yang akan merugikan hidupmu.
Maka berhentilah sebentar, nikmati dan mulailah menyukai saat-saat kamu harus ada di lampu merah hidupmu.