Pelajar merupakan calon generasi bangsa. Sudah semestinya masa menimba ilmunya harus dihiasi dengan pendidikan segudang ilmu. Tapi sering ditemukan proses sekolah anak mengalami kendala, usai ia terjerumus dalam pergaulan salah, bahkan kecanduan narkotika.
Di Kabupaten Aceh Barat, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Al- Washliyah setempat, menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi siswa SMK Negeri III Meulaboh. Targetnya, generasi muda yang menjadi penerus bangsa, dapat terbebas dari gangguan narkotika.
Ketua Pemuda Gerakan Pemuda Al-Washliyah Aceh Barat, Desi Jumaidir, S.Pd, dalam materinya, menjelaskan tentang bahaya zat yang terkandung dalam narkotika, sehingga mampu merubah mental pemakai menjadi orang yang tidak berguna. Terutama mampu membikin seorang anak melawan orang tuanya.
Bagi Pemuda Al-Washliyah, sosialisasi demikian sangat penting rutin dilakukan, supaya dapat berkali-kali memperingati remaja untuk jangan sampai bersentuhan langsung dengan narkotika. “Sangat penting sosialisasi ini, minimal triwulan sekali,” ucapnya.
Materi yang berisi wejangan kebaikan ini, bertujuan untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Apalagi isu narkotika mulai menjadi program darurat nasional, di Indonesia. Pemuda Al- Washliyah, mengaku tidak akan pernah bosan memperingati generasi bangsa yang bakalan menjadi harapan dikemudian hari. ”Mereka yang akan memegang tongkat estafet keberlangsungan negara ini, jika mereka sudah terpengaruh narkoba maka bangsa ini akan hancur juga,” kata Desi Jumaidir.
Peredaran narkoba di kalangan masyarakat luas, dinilai wajib diwaspadai karena sangat rawan merusak kalangan remaja dan pemuda. Terutama jenis ganja dan sabu. Melihat peluang demikian, membuat Desi Jumaidir akan terus gencar menggelar sosialisasi bahaya narkoba di tingkat desa dan sampai ke sekolah-sekolah. “Terutama kunjungi sekolah, biar kuat pondasi dunia pendidikan kita,” ungkapnya.
Detilnya, dari setiap pertemuan dengan murid, mereka senantiasa memberikan pemahaman tambahan tentang pengetahun tentang resiko mengguna narkotika. Berbagai contoh yang diumpamakan Pemuda Al-Washliyah, dengan mengambil berbagai sample masa depan orang lain yang hancur, setelah kecanduan narkotika. “Jadi harus hati-hati dalam pergaulan. jangan ada asumsi narkoba itu gaul. Tapi narkoba itu adalah musibah bagi orang yang memakainya,” pesannya.
Namun, Pemuda Al-Washliyah juga menilai peran orang tua harus lebih sinergi dalam membangun program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Harapannya, semoga generasi bangsa dikemudian hari, harus benar-benar terbebas dari pengaruh narkotika. Sekian.