Esok, Kamis 17 Mei 2018, memasuki hari berpuasa pertama bagi umat islam di Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah. Semoga kita semua mampu memanfaatkan peluang baik ini dengan menunaikan ibadah puasa secara khusyuk dan bertawakal kepada Allah SWT. Bukan hanya menahan lapar dan haus dahaga semata, namun juga hawa nafsu dari segala godaan.
Berbicara tentang godaan, saya jadi teringat dengan seorang teman saya , semoga ia mampu menjalankan ibadah dalam bulan yang suci ini, tanpa tergoda dengan rayuan syaitan yang terkutuk. Yang sering menari-nari indah di depannya. Sorry bro
, kalau tidak cukeh sedikit, rasanya enggak nikmat di hati ini.
Usai shalat tarawih, saya bersama sejumlah teman-teman JOPA-SC yang berada dalam naungan Komunitas Steemit Indonesia (KSI), melakukan meet up sambil berdiskusi ringan tentang planning kerja selama Ramadhan, sampai menetapkan jadwal berbuka puasa bareng.
Malam dingin yang disertai hujan, membuat tidak seluruh sahabat JOPA-SC dapat keluar untuk berkumpul, hanya kami berempat;
dan
. Teman lain tak kelihatan keluar rumah, mungkin hawa sejuk hingga menusuk tulang ini yang menyebabkan sebagian teman memilih tetap di dalam rumah sambil menarik selimut tebalnya.
Saya yang sedang merangkai kata-kata artikel ringan ini, jadi teringat pesan Leader KSI untuk selalu membuat konten postingan positif tanpa menyindir atau menjelekkan orang lain. Sejenak saya terhenti, dan kembali mengulang membaca dari atas hingga bawah, saya melihat isi tulisan pada alenia kedua terdapat sindiran terhadap bro
supaya jangan sampai tergoda rayuan syaitan terkutuk. Saya ingin menghapusnya, namun saat saya ingin menghapus, kembali terpikir, biarkan sajalah, setidaknya saya senantiasa mengingatkan teman agar tetap berada di jalan yang lurus.
Nasihat senior Steemit , mengajak steemian memanfaatkan jejaring media sosial ini, sebagai tempat komunikasi secara sehat. Banyak ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari postingan sejumlah akun, yang menjadi referensi. “Jika melahirkan postingan menyakitkan hati orang lain, ada resiko di flag yang berujung menurun reputasi, itu aturan yang berlaku di Steemit,” jelasnya.
Ia lebih tertarik jika steemian terus melahirkan karya menarik, inspiratif, edukasi melalui Medsos ini. Terutama memposting tentang potensi objek wisata dan budaya yang telah menjadi tradisi pada daerah masing-masing, yang selama ini belum terpublikasi oleh media manapun.
Keuntungan yang diraih dari postingan menarik demikian, selain memperoleh reward hasil vote dari steemian lain, juga anda telah berhasil mempromosikan objek wisata daerah masing-masing yang bakalan menjadi dayatarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.
Wejangan lainnya, juga menyarankan supaya rekan steemian tetap menjaga silaturrahmi dengan bertegur sapa bersama pemilik akun lainnya, tak hanya orang Indonesia semata, tapi juga harus sering membangun komunikasi dengan orang luar negeri, karena dari postingan mereka banyak mengandung makna ilmu pengetahuan serta hiburan melucu.
Aduh! Malam mulai larut, hembusan angin malam yang dingin mulai menusuk ketulang. Saya jadi teringat pesanan istri saya untuk membeli martabak. Saya mohon pamit. Wassalam.
JANGAN LUPA BAHAGIA!