Pada dasarnya menunggu adalah hal yang sangat membosankan.
Menunggu..? Menunggu kata-kata yang selalu membuat kita jenuh. Iya apalagi jenuh dengan kata menunggu sesuatu hal yang kita nantikan.
Seperti halnya kita selalu terbiasa untuk sabar menunggu dan harus rela mengantri. Namun,sampai kapan batas kemampuan untuk sabar menunggu itu sampai memuncak? Sampai kapan aku harus menunggu sesuatu yang belum kunjung tiba ?
Tak pernah rasanya rela menunggu sampai menunggu selama ini. Mungkin sabar segala-galanya menunggu hal semuanya akan terwujud suatu saat nanti. Akankah keseriusan itu tulus di ucapan saja? Tanpa adanya tindakan nyata? Atau hanya kalimat penenang agar diriku mempercayainya? Aah bang bisa saja menyemangatiku di kantor tadi saat kubahas tentang jenuhku menanti kedatangan
dan para whale lainnya, entah hanya sekedar baik atau memang tulus dari hati untuk mendukungku di steemit ini. Aah entahlah yang penting dia sudah berusaha untuk menyemangatiku untuk terus menulis menulis dan menulis di akun steemitku yang telah lama kosong.
Karena aku bukanlah seorang penulis jadi sedikit susah untuk melakukannya. Membaca postingan akunnya kemarin bahwa sesuatu yang di lakukakn oleh penulis adalah menulis. Maka dari situlah aku mencoba untuk menulis.
Aku berkata kepadanya bahwa tulisanku tak sebagus tulisannya, sehingga uprove yang kudapat tidak sebanyak yang didapatinya, lalu dia memberitahukan pengetahuan dan pengalamanya kepadaku hingga dia mendapatkan uprove yang lumayan kini. Dia menjelaskan dari huruf, tulisan, gaya, ukuran, dll. Dia juga menjelaskan cara mengupload tulisan agar para whele steemit melihat dan membaca tulisanku, seperti tulisannya yang sudah sering sekali di singgahi oleh karma
dan para whale lainnya.
Terimakasih abang atas ilmu yang telah abang berikan kepada kami, tiga kali lagi terimakasih terimakasih terimakasih.
Dan semoga akun ku kedatangan tamu yang luar biasa di dunia yang bisa membuat orang merubah masa depannya ini.
Salam semangat kawan-kawan