Yang saya lihat, mereka membedah dengan mengontraskan sifat-sifat ikon pop dengan tokoh nyata. Kerancuan terjadi karena, secara logika, membandingkan tokoh nyata yang hidup dan bernafas dengan ikon pop fiksi yang terserah pengarangnya mau dibuat bersifat bagaimana, adalah tidak sah menurut acuan/peraturan karya ilmiah mana pun. Kalau dasar hipotesanya saja sudah tidak sah, maka analisanya pun salah semua. Begitu, kan, ? Terima kasih sudah mampir, senang bisa tukar pikiran!
RE: Tentang Dilan, Milea, Malala dan Teladan