Assalamualaikum, apa kabar Steemean semua? Semoga Anda ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Steemean, Komunitas Penulis Kreatif Bandung Raya atau yang leih dikenal dengan KPKers Baraya adalah komunitas penulis dengan anggota dari berbagai kalangan. Dari mulai pelajar, ibu rumah tangga, karyawan swasta, guru, dosen, aktifis, wartawan, jurnalis, hingga wirausahawan. Komunitas ini bukan hanya diperuntukan untuk penulis tertentu. Tetapi siapapun yang minat dan siap belajar maka semua boleh bergabung di komunitas ini, dengan syarat, harus benar-benar siap mengembangkan diri. Jangan sampai ketika sudah menemukan kolam air jernih anggota hanya minum seteguk dua teguk, akan tetapi ia harus benar-benar menceburkan diri dan mandi sekalian. Mengapa demikian? Karena para pendiri komunitas ini diantaranya J. Haryadi dan Adrie Noor pun tidak segan-segan memberikan ilmu dan membina dengan sungguh-sungguh untuk para anggota.
Pada periode kepengurusan tahun 2017-2018 selain mengadakan kegiatan kepenulisan, KPKers berhasil menghimpun puisi-puisi terbaik dari anggota yang kemudian dibukukan dalam antologi puisi berjudul “Baraya Berkarya”, dan telah resmi diluncurkan pada tanggal 10 Desember 2017 kemarin.
Acara terseut dibuka oleh pendiri Komunitas , J. haryadi.
Buku puisi hasil karya anggota KPKers Baraya yang resmi diluncurkan kemarin, dibedah tuntas oleh ketua Komunitas, Sri Maria. Dilanjutkan kepada penyerahan buku secara simbolik dari KPKers Baraya kepada Pembina komunitas.
Kegiatan peluncuran buku ini tidak hanya dihadiri oleh anggota, melainkan oleh banyak tamu undangan dan peserta dari kalangan umum. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08:00 sampai dengan pukul 13:00 ini tidak hanya diagendakan utuk meluncurkan buku semata.
Ada beberapa acara yang disajikan di sana. Yaitu Gelar Wicara dengan narasumber pertama adalah Adrie Noor, salah satu pendiri dari Komunitas KPKers yang merupakan orang luar biasa, ia adalah penulis best seller yang bukunya menyebar di negara-negara Asia Tenggara. Topik pembicaraannya adalah tentang bagaimana menjadi penulis handal di era digital.
Narasumber kedua, Revi Maninaki, berbicara tentang motivasi pemuda dalam berkarya. Revi Mainaki adalah pemuda produktif berprestasi yang telah banyak menulis buku ilmiah dan tersebar di seluruh Indonesia. Ia juga menulis berbagai jurnal dan hasil risetnya yang dipublikasikan di berbagai media.
Saya selaku moderator sangat banyak mendapatkan ilmu sekaligus pengalaman yang berharga dari kedua pembicara tersebut. Saya juga bangga ketika melihat antusias semua orang yang hadir dalam menyimak gelar wicara tersebut dibuktikan dengan banyaknya penanya dan beberapa tidak berhasil bertanya di sesi tanya jawab karena keterbatasan waktu.
Acara yang lain adalah bedah film berjudul “Ahu Farmalim” karya Cicilia Maharani dari Yayasan Kampung Halaman. Sesi inipun peserta sama antusianya. Karena di sini peserta secara tidak langsung telah belajar mereview film.
Kemudian disambung dengan penampilan bintang tamu, yaitu Patria Nata yang merupakan solois dan vocalis grup Nasyid. Ia tampil dengan sangat luar biasa. Membius penonton dengan suara emasnya.
Acara terkahir adalah penampilan musikalisasi puisi, dari dua anggota KPKers, juga partisipasi dari pihak tuan Rumah Balai Bahasa jawa Barat, yaitu Bapak Ardianto yang tanpa diduga ia ternyata pandai membaca puisi.
Acara ditutup dengan sesi poto dengan para pengisi acara dan tamu undangan.
Ups, tidak lupa para tamu undangan dipersilahkan untuk memperkanalkan diri dan komunitasnya masing-masing.
Itulah kegiatan komunitas kami. Mohon doa dari semua semoga komunitas kami lebih maju dan bisa melahirkan penulis-penulis handal.
Galakan membaca agar kita lebih mengenal dunia. Giatkan menulis agar kita dikenal dunia dan dikenang sepanjang masa.
Salam Literasi, salam kreasi dari Diantika IE untuk Indonesia.