Namanya Ranti, gadis periang dan manja ini katanya manis. Ia akrab dengan sejumlah teman-teman steemian Barsela Aceh. Gadis kelahiran tahun 2000 itu, berasal dari Sumatera Utara. Ia merantau ke Aceh Barat, bekerja sebagai kasir warung kopi sembari mengumpulkan uang untuk melanjutkan pendidikan tingkat perguruan tinggi.
Awal bekerja di endatu Ranti pada bulan lalu, saya melihat dia gadis asing di mata saya. Kerjaannya hanya duduk di meja kasir tanpa berpindah-pindah selama seminggu.
Lambat laun ia mulai bersosialisasi dengan teman-teman yang sering nongkrong di warung kopi endatu. Termasuk dengan teman-teman steemian yang sering nongkrong di warkop tersebut.
Setelah akrab meja kasir itu mulai menjadi tempat yang paling menjijikkan baginya, malahan ia sering gabung bersama teman-teman steemian.
Saya merasa salut pada anak gadis yang berani merantau ke daerah orang lain, bahkan jauh dari pengawasan orang tua. Baginya teman-teman steemian menjadi keluarga baru, seperti dipanggilnya tulang, dalam bahasa Indonesia paman.
Namun di sisi lain Ranti menjadi rebutan bagi beberapa teman-teman steemian. Pengakuan Ranti, menjadi orang paling spesial, karena paling perhatian,
selalu tebar pesona pada dirinya,
abang baginya.
Walaupun ramai laki-laki yang tebar pesona pada dirinya, dalam hatinya tetap , karena Agus pria seperti yang diharapkannya. Ia juga merasa senang ketika Agus memberi perhatian pada dirinya.