Totalitas, tentu jarang sekali kita jumpai pada seorang yang memiliki pekerjaan tidak terlalu popular, penambal ban sepeda motor misalkan, namun hari ini tidak begitu dengan seorang penambal yang saya jumpai di jalan rel kereta api di kawasan uteunkot kota Lhokseumawe.
Dalam percakapan saya dan pria paruh baya itu, awalnya saya mengatakan kalau kawat ban penyebab bocor nya ban sepeda motor saya siang tadi, padahal tadi pagi kejadian yang sama sudah terjadi di kawasan Cunda, Lhokseumawe.
"Kalau ada yang bilang ban bocor itu disebabkan oleh kawat ban, tolong ditapek saja penambalnya, saya kasih duit 50.000
Tidak ada istilah ban bocor itu akibat kawat dalam ban, sini saya perlihatkan dimana letak kawat ban di sepeda motor"
Tanpa ba-bi-bu, sang pria langsung mengambil bilah parang miliknya dan sembari menyayat kan parang di ban bekas, beliau memperlihatkannya kepada saya.
Tertegun untuk sesaat, ini orang totalitas sekali dalam menjalankan profesinya, meski itu hanya sebagai penambal ban sepeda motor yang hanya menerima upah 10.000 rupiah sekali tambal, menariknya dalam 30 orang berbanding 1 orang yang memiliki totalitas seperti ini bagi penambal ban yang telah saya jumpai.
Dan nyatanya, penambal ban bisa mendapatkan keuntungan tanpa modal bila miliki niat kelabui salah satu pasiennya, Keren juga dapat ilmu yang bermanfaat sembari menambal ban sepeda motor siang tadi.