Hai Steemian....
Pagi tadi, setelah bangun dari tidur aku bergegas mandi, lalu memutuskan mencari sedikit makanan untuk mengganjal perutku, pikirku itu cukup hingga sore nanti. Aku benar-benar kelaparan pagi ini. Pasalnya sejak tadi malam sudah ku tahan-tahan.
Di sebuah warung milik pak Teuku Khaidir, aku memutuskan menginap beberapa jam disana. Tentunya menikmati secangkir kopi hitam yang sedikit pahit, sebab aku suka pahit. Ini tentang kopi saja. Aku sudah pernah merasakan pahit itu bagaimana, pahit ditinggalkan seseorang yang ku cinta misalnya. Segingga aku tahu betul, tak ada pahit yang enak kecuali pahitnya kopi.
Aku tertarik melihat lembaran koran serambi didepanku, dan memutuskan untuk membacanya, kali-kali ada lowongan pekerjaan disana yang cocok untukku, namun tentunya tidak mengganggu perkuliahan yang kini sedang ku tempuh. Ya, aku membutuhkan pekerjaan itu, apa saja yang penting halal. Asalkan dapat membantu meringankan beban kuliahku, guna ngeprint beberapa tugas yang di embankan kepadaku sebagai seorang mahasiswa.
Aku suka sekali nongkrong di warungnya pak Teuku Khaidir, beliau baik sekali padaku. "Nak, ketika kamu tidak punya uang, kamu boleh ngutang disini" Kata pak Teuku Khaidir kepadaku. Beliau bukan hanya baik kepadaku saja, tapi kepada semua orang. Terbukti warungnya banyak didatangi orang-orang. Bertanda keramahannya kepada pengunjung warung miliknya.
Di depan warung pak Khaidir aku melihat tiga orang anak kecil sedang asyik bercerita, tertawa bersama. Aku penasaran dengan cerita mereka, segera aku menuju ke arah tiga anak kecil itu, dan berharap mereka mau menerimaku sebagai teman cerita mereka. Aku memang sangat menyukai anak kecil, bentuk mereka yang unik, bau mereka yang harum, sehingga aku terus saja tertarik kepada mereka.
Setibanya, aku menanyakan nama mereka bertiga. Dari layar kiri hp: Farhan, Abbas, dan Rizky. Mereka semua sekelas, dari mereka aku banyak belajar, belajar menerima kelebihan dan kekurangan, persahabatan dan kekompakan.