Source: Rebecca Knight
Hi Steemians
Source:pniterest: Julie Watts
Buah dari suatu pekerjaan yang sedang atau yang telah kita kerjakan adalah keberhasilan. Keberhasilan tersebut bisa dalam bentuk material atau pun non-material. Oleh karena itu, perasaan was-was (tidak tenang) menjadi teman karib kita di saat kita menjelankan suatu pekerjaan.
Untuk menghilangkan perasaan was-was tersebut kita pun kemudian bersikap hati-hati dengan berbagai cara, salah satunya adalah penggunaan manajemen kerja yang baik.
Pada beberapa pekerjaan terkadang kita dapat mempercayakan seseorang untuk menggantikan atau mengangkat seseorang menjadi menejer pada usaha yang kita bangun, bahkan tidak sedikit dari pembisnis mempercayakan anaknya sendiri.
Namun, di sana juga ada kondisi dimana kita tidak mampu mempercayakan seseorang untuk menggantikan kita, meskipun dia itu anak kita sendiri. Kita dapat menebak bahwa pekerjaan tersebut bukanlah sembarang pekerjaan, mungkin itu menyangkut keberlanjutan dari bisnis kita.
Dalam kondisi ini, ternyata sudah ada bangunan pandangan hidup yang dibentuk oleh masyarakat Aceh, ungkapan yang menarik dan penuh dengan makna: Tayue aneuk buta siblah, tayue gob buta dua blah, tajak keudroe barŏ sah. [Indonesia]: “Disuruh anak buta sebelah, disuruh orang lain buta dua belah, pergi sendiri baru sah”. Wallahu a'lam...
Tayue aneuk buta siblah, tayue gob buta dua blah, tajak keudroe barŏ sah. [Indonesia]: “Disuruh anak buta sebelah, disuruh orang lain buta dua belah, pergi sendiri baru sah”. Wallahu a'lam...