LUAR biasa animo warga Aceh terhadap keberadaan media sosial Steemit. Meskipun jumlah penggunanya belum bisa menggeser posisi Facebook dan Instagram, namun diyakini akan melaju di depan meninggalkan yang lainnya.
Saat menulis artikel ini, saya belum punya data valid terkait jumlah pengguna Steemit di seluruh dunia. Lebih-lebih pengguna di Indonesia. Begitu juga dengan yang berada di Aceh.
Untuk pengguna asal Aceh bisa dipastikan saat ini terbanyak di Indonesia. Ini merupakan taksiran umum berdasarkan jumlah penggunaan tag #aceh. Lalu mengapa jumlahnya banyak? Saya pun tidak bisa mendapatkan jawaban akurat.
Tapi baiklah, kita tidak perlu membahas terlalu jauh sampai bertele-tele. Namun satu hal yang pasti Lhokseumawe, Bireuen dan Banda Aceh telah menjadi kota trendsetter pengguna Steemit di Indonesia. Tentu saya tidak menafikan mereka yang berada di daerah lain dan bisa jadi pendapat saya ini terlalu subjektif.
Salah satu tempat yang paling sering memperbincangkan Steemit adalah di kedai kopi. Anda tahu sendiri kalau di Aceh banyak sekali kedai kopi dengan fasilitas internet gratis. Boleh dikatakan akses informasi terhadap keberadaan Steemit episentrumnya ada di kedai kopi.
Mungkin karena itu pula Steemit dengan mudah tersebar keberdaannya di kalangan masyarakat Aceh. Kedai kopi dijadikan basis untuk saling tukar informasi dan belajar Steemit.
Jika anda ke Lhokseumawe, Bireuen atau Lhokseumawe, maka sudah bisa dipastikan sebagian besar kedai kopi diisi pengunjung yang sedang menggunakan Steemit. Terutama di waktu malam hari. Mereka menggunakan kedai kopi bukan hanya sebagai tempat nongkrong tapi juga menulis bahan cerita di Steemit.
Saking deras informasi tentang keberadaan Steemit, semua kalangan tertarik ingin tahu tentang Steemit. Tidak terkecuali mereka yang sudah bekerja dengan gaji yang mapan seperti pegawai negeri.
Salah satu minat mereka dengan Steemit karena mendengar kabar akan mendapatkan uang dari menulis. Sehingga mereka sangat tertarik meskipun kemudian ketika mereka mau mendaftar tidak langsung mendapatkan password.
Saya pikir cerita di atas sangat positif untuk perkembangan Steemit kedepan. Semoga apa yang telah dirasakan masyarakat tentang Steemit bisa terus dipertahankan dan menjadi sumber penghasilan untuk menentaskan kemiskinan.