Hello Steemians!
Jadi, jika mau dicari-cari, maka penderitaan akan selalu ada dalam setiap lini perjalanan hidup. Belum punya pasangan, menderita, berharap menemukan kebahagiaan saat setelah menikah. Setelah menikah, menderita lagi, berharap menemukan kebahagiaan saat memiliki anak. Setelah punya anak, menderita lagi, berharap kebahagiaan saat anak-anak tidak banyak kebutuhan.
Punya gaji kecil, menderita, berharap bahagia saat punya gaji besar. Punya penghasilan besar, menderita lagi, berharap bahagia datang saat tabungan banyak dan tidak ada yang minta utang.
Jabatan rendah, mederita, mengharap kebahagiaan saat jabatan tinggi. Setelah naik berkuasa, menderita lagi, ternyata semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya, dan mengharap bahagia tetap di puncak namun tak ada angin.
Demikianlah jika fokus pada penderitaan, tiada akan ada habisnya. Iniliah dunia, tempat suka dan duka.
Regards,