Making a vow - membuat kaul
We Balinese believe that when we are having a hard time, facing difficulties and think that we can solve it ourself, we surrendering it to our creator. For Balinese Hindu, they will make a vow during that hard times. Those kind of vows are made into several different offering, ranging from simple to elaborate one.
Kami orang Bali percaya bahwa saat kita mendapatkan masalah, menemukan kesusahan dan rasanya tidak bisa kita pecahkan sendiri, maka kami menyerahkan semuanya kepada sang pencipta. Dalam Hindu Bali, kami biasanya melakukan sebuah kaul atau nazar di saat seperti itu. Dan kaul-kaul seperti itu biasanya berupa persembahan atau sesajen mulai dari yang sederhana sampai yang rumit.
Buntilan: Time to keep the vow - Buntilan: Saatnya memenuhi Kaul
For villagers in my traditional village, there is some form of vows that only can be done every year, only during the festival in the graveyard temple. The offerings called Buntilan, made from hard rice cakes and then put in a high cask.
Bagi masyarakat desa di desa tradisional kami, ada semacam kaul yang bisa dilakukan setahun sekali, hanya saat upacara di pura pekuburan kami. Sesajennya dinamakan dengan Buntilan, yang terbuat dari Jajan Uli yang kemudian disususn dalan wadah yang tinggi.
lets the photos explain - biarkan foto yang berbicara
well I don't really good in explaining those in details, but hopely the picture will speaks better
hmm, saya tidak begitu pintar dalam menjelaskan hal tersebut secara detail, tapi sya harap gambarnya bisa menceritakan dengan lebih baik