sorry om sebagai salah satu anggota KPPS pada saat pemungutan suara, maka semua yang om bilang itu omong kosong!
- disetiap TPS ada banyak orang yang melihat, ada pengawas, ada saksi, dan satu lagi. tugas KPPS itu berat, ngitung secara jujur aja bisa sampai lebih dari 24 jam apalagi curang!
- emang apa gunanya bagi anggota KPPS buat curang, ga ada untungnya, ruginya banyak, karena kalau ketahuan yang di panggil yang anggotanya, bukan si politisi yang di bela.
- penghitungan suara dari zaman setelah era reformasi itu memang lambat. real countnya emang lambat, emang kemana aja beberapa pemilu belakangan ini? koq bisa ga tahu kalau prosesnya memang seperti itu?
- kalau kecurangan terjadi di TPS dan ga dilaporkan, trus guna saksi di tps tersebut ngapain? kenapa ga protes, kenapa ga melapor?
- ketahuan ga pernah cek situs perhitungan KPU yah om, kalau bilang kesalahan memasukkan data hanya menguntungkan incumbent. yuk gih lihat-lihat lagi, kali aja ada buat menguntungkan prabowo.
paling tidak, empati sedikit saja, bagi semua orang yang sudah mensukseskan pemilu, banyak loh anggota KPPS yang meninggal karena menjalankan tugas berat, yang kemudian denmgan sekonyong2 di bilang curang. kalu ada bukti, jangan ribut di media, ada MK tuh buat nyelesain om?
public anger? my anger are for those who always play victim, and can't see things with open heart.
catatan: bagi saya semua politikus itu busuk! kita hanya harus memilih yang masih bisa kita pakai untuk memajukan bangsa.
wkwkw, btw komen saya kepanjangan yah?
jengkel juga soalnya saya begadang sampai jam 5 pagi buat nuntasin pemilu, ga tahunya, pada bacot ada kecurangan. Indonesia makin modern, tapi pada ga punya hati. wkwkwk
RE: 2019 Indonesia's Presidential Election: A Series of Cheating