Persiapan awal logistik pertama untuk pendakian
Bismillah hirrahmanirahim, Coming soon burni telong
 di kaki Burni Telong itu sekitar 2 jam jalan kaki.
Hutan adalah anugrah tuhan Wajib kita pelihara bersama Demi kelangsungan hidup kita.
Kemudian, rekan stemian mendaki mulai menjelajahi gunung itu dengan berjalan kaki yang lumayan tinggi. Sebelum sesampai ke puncak, pendakian melewati kebun kopi milik warga, perkebunan kopi yang begitu subur dedaunnya yang hijau yang menyejukkan, sehingga membuat awal perjalanan Berjalan sambil bercanda tawa saat diperjalanan dan kegembiraan sangat terlihat diraut wajah para pendaki stemian, saat itu cuaca pun sangat bersahabat, sehingga selama diperjalanan tidak terjadi kendala atau hambatan apa pun.
Sebelum sampai ke tempat tujuan, pendaki harus melewati beberapa shelter atau tempat istirahat, pertama terdapat tulisan di pamflet yang bertuliskan “Welcome pintu rimba” dan ketika mulai memsasuki kawasan ini rakan stemian harus menjaga tingkah laku kita selama pendakian, bukan tempat untuk melakukan hura-hura. .
Semakin besar beban yang kita bawa Maka semakin bebar juga stamina yang terkuras.
Namun, hanya beberapa konsumsi yang perlu yang di bawa, sebelum melakukan pendakian terlebih dahulu dimulai dengan pembacaan doa agar tidak ada kendala yang menghadang hingga sampai dengan selamat.
Di awali dengan bismillah. Pendakian menuju puncak di dalam kegelapan malam baru di mulai, terdengar suara jangkrik membuat suasana bagaikan music terbaru malam ini.
Melewati lembah, pepohonan yang lebat, dari kejauhan terlihat jalur terjal dibumbuhi bebatuan kecil jalan setapak, tidak ada batang-batang pohon besar seperti sebelumnya yang bisa digunakan untuk berpegangan dijalur ini.
Untuk mengimbangi perjalanan rekan-rekan stemian menggunakan batang pohon di jadikan sebagai tongkat pembantu untuk berpegangan di rute ini.
Rute bebatuan kecil yang amat terjal begitu menyakitkan bagi lutut pendaki ketika terjatuh, terlebih perjalanan menuju puncak saat 02.30 WIB dini hari, kegelapan malam pun masih sangat terlihat dimana harus menyalakan lampu senter selama diperjalanan.
 di atas permukaan laut. .
kita di atas awan sob?
Kami bersujud syukur bisa menginjak kaki di atas puncak tertinggi dengan selamat.
Sungguh menakjubkan, kemudian salah seorang dari pendaki kembali mengumandangkan adzan sebagai pertanda syukur kepada sang pecipta, rasa lelah dan dingin seperti tidak terasa lagi sambil menikmati, keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa, Sungguh indah ciptaan mu tuhan.
Tidak ingin melewati moment ini, kami pun langsung menyalakan kamera handphone untuk mengabadikan penaroma keindahan diatas puncak.  di atas awan di puncak gunung.
ketika matahari mulai terus menerangi puncak diwarnai oleh awan putih semakin terlihat keindahan yang luar biasa, rasanya saat berada di atas puncak burni telong tidak ingin meninggalkan lokasi begitu cepat.
 , nama komutas lahir di atas puncak burni telong.
 mata gunung burni telong.
.
.
Memang banyak keindah yang bisa disaksikan selama diperjalanan menuju Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Mendaki gunung adalah sebuah perjalanan hati, pembentukan jati diri dan sebuah cerita pendek yang mampu menggambarkan setiap lika-liku kehidupan.
Tentu saja, pada setiap pendakian yang kita jalani, kita bisa mengambil pelajaran, sebuah cerita yang tidak terlupaka yang inspirasi, sungguh besar kekuasaan mu.
Persahabatan sejati akan kita temukan di dalam perjalanan pendakian.
Tidak ada yang terbunuh kecuali waktu Tidak ada yang tertinggal kecuali jejak Tidak ada yang bisa kita ambil kecuali gambar.
* item Semoga rekan stemian semua bisa berkunjung dan menikmati keindahan alam burni telong. Seiring berjalannya waktu nama komunitas panton labu heking comunity (PHC). ![image](
Demikianlah kami para lelaki pencinta alam. Setiap di perkemahan sambil membahas steemit. Luar biasa! Salam sucses untuk rekan-rekan semua. Mari kita teruskan perjuangan! ![image](
* item1. item* item1. item* item