ya, dilema yang dihadapi penyair: terbitkan, pendam, revisi, atau bahkan lupakan untuk melanjutkan proses baru. seperti lingkaran yang tak sudah2
ya, dilema yang dihadapi penyair: terbitkan, pendam, revisi, atau bahkan lupakan untuk melanjutkan proses baru. seperti lingkaran yang tak sudah2
RE: Mengapa Terburu-buru Diterbitkan?