SEMUA orang pasti memiliki satu hari tertentu yang dirasa istimewa dibandingkan denga hari-hari lainnya dalam setiap tahun. Hari itu dinamakan dengan hari ulang tahun. Dimana ketika hari itu datang, semua insan manusia mengangkat jemarinya untuk menghitung tahun-tahun yang sudah dilaluinya.
Begitu juga dengan saya, hari ini (23/03/2018) merupakan hari yang spesial bagi saya. Hari ini pikiran dan ingatan saya kembali terlempar jauh ke belakang, tepatnya 24 tahun yang lalu; saat dilahirkan ke alam dunia, saat-saat dalam buaian orang tua, saat-saat masih kecil, saat-saat masih remaja serta saat menikmati masa ho-ho diwaktu SMA.
Bagi saya, tibanya hari ulang tahun menjadi semacam alarm peringatan yang memberikan sinyal bahwa saat ini alamat perjalanan saya ke alam selanjutnya (kematian) sudah semakin dekat. Hanya saja, kita sebagai manusia tidak dianugerahi kemampuan untuk mengetahui kapan saat-saat kematian itu tiba.
Akan tetapi, dalam khazanah Islam terdapat semacam rumus atau rujukan yang dapat digunakan untuk mengkalkulasikan atau menghitung kumpulan waktu menuju ke alam selanjutnya.
Rumus tersebut mengarah pada nikmat usia yang limpahkan Allah SWT kepada Rasul kita, Baginda Nabi Muhammad SAW, yang wafatnya di usia 63 tahun. Bahkan, tiga dari empat sahabat terdekatnya (Abu Bakar, Umar bin Al-Khatab, dan Ali bin Abi Thalib) juga wafat di usia 63 tahun.
Dengan demikian, jika hari ini saya, anda, atau dia (silahkan tunjuk saja siapa yang terdekat anda) berusia 24 tahun, maka sisa nikmat umur yang diberikan oleh Allah SWT tinggal 39 tahun lagi.
Namun perlu digaris bawahi, ini bukanlah suatu rumus yang sudah pasti, tapi lebih kepada hitungan secara adat atau kebiasaan. Yang tentu saja bisa berjalan tidak seirama atau sesuai dengan rumus tersebut. Artinya kita punya kemungkinan untuk mendapatkan nikmat usia lebih dari Nabi Muhammad SAW.
Seperti kakek kita, Nyak Sandang --salah satu pemberi pinjaman untuk pembelian pesawat pertama negara Indonesia-- sampai hari ini beliau masih hidup dan berusia 91 tahun. (Belakangan ini kisah pengorbanan Nyak Sandang kepada negara sedang viral di media-media.)
#nyanban