SETELAH melewati penilaian, akhirnya Lomba Menulis Cerpen dan Puisi dengan Tema “Kisah Hijrahku” yang diselenggarakan KSI-Chapter Taiwan dan (Hijab Dewins) resmi diumumkan pemenangnya. Sebanyak 20 naskah puisi dan 17 naskag cerpen masuk ke dalam penilain tim juri. Secara keseluruhan, semua naskah bagus dan menginspirasi. Para peserta lomba menyajikan orosinilitas karya, sesuai dengan pengalaman masing-masing.
Dari kontestant lomba, terpilih 6 orang pemenang yang menduduki kategori puisi dan cerpen.Nama-nama pemenag tersebut adalah
Kategori Puisi
- Senja Ini Kami Kembali Lagi (#ksi-tw)
- Ze Cayang - Pulang (calon Steemian)
- Din di Senja Berkah (#ksi-tw)
Kategori Cerpen
Dari nama-nama pemenang di atas, terbukti jika Steemit dan Komunitas Steemit Indonesia (KSI)-Chapter Taiwan menjadi wadah penulis-penulis berbakat dari Indonesia yang berada di Taiwan. Karena #ksi-tw beranggotakan rekan-rekan yang aktif menulis dari komunitas kepenulisan di Taiwan; Komunitas Penulis Kreatif Taiwan (KPKers Taiwan) dan Forum Lingkar Pena (FLP) Taiwan. Bahkan sang juara di kategori cerpen seketika mengutarakan niatnya melalui WA ingin bergabung ke KSI-Taiwan dan menjadi Steemian.
Juara pertama kategori Cerpen ingin mendaftar Steemit
Diadakannya lomba menulis ini memang bertujuan untuk melakukan #promo-steem sekaligus pengenalan KSI-Chapter Taiwan ke khalayak ramai. Karena banyak sekali rekan-rekan pekerja Indonesia yang memiliki hobi menulis, tetapi tidak tahu bagaimana menyalurkannya. Saya berharap melalui Steemit, rekan-rekan tumbuh menjadi insan kreatif dan gemar berkarya untuk kemajuan masa depan dan Indonesia. Taiwan memberikan akses mudah untuk internet dan lainnya, sehingga sangat disesalkan jika kesempatan tersebut disia-siakan. Karena perubahan itu harus diawali dari diri pribadi, kemudian ditularkan kepada orang lain.
[Pengumuman lomba]
Seluruh peserta merasa senang, meskipun tidak menjadi pemenag, setidaknya mereka mengatakan bisa mencurahkan isi hati melalui tulisan. Karena dari rekan-rekan semua, tidak semuanya yang mendapatkan hak-haknya untuk libur dan bergabung dengan organisasi pekerja Indonesia di Taiwan. Jadi, menulis merupakan salah satu cara untuk menghindari stress sekaligus terapi jiwa.
Menulislah sebagai perubahan dan menebar kebajikan. Berkaryalah untuk memberikan yang terbaik untuk dunia dan masa depan.
Taiwan, 24 Juni 2018