Selamat pagi stemians…!
Ini adalah tulisan pertamaku di blog steemit, rasanya campur aduk gimana gituh. Secara stemiit banyak banget menawarkan sebuah keajaiban dalam dunia informasi. Apalagi tulisan yang diposting di sini, pyur lahir dari dalam hati dan pikiran. Kecemplung di dunia steemit seperti berenang di lautan air sirop. Kebanyakan masyarakat Indonesia pasti mengenal betul apa itu sirop. Apalagi saat ini muslim di Indonesia masih menjalankan ibadah puasa.
Ngomongin soal puasa, kami di sini sudah menjalaninya selama 24 hari lho.
Alhamdulillaah…
Dan insha Allah beberapa hari ke depan di Indonesia sudah lebaran. Nah, nanti saya akan share suasana lebaran di sini supaya stemians yang berada di belahan dunia bisa tahu keseruannya. Salah satu yang agak unik dan banyak diminati pasti soal menu makanannya. Makanannya banyak ragam dan yang pasti semua enak-enak.
Oh ya, sedikit tentang saya…
Saya suka dengan dunia tulis menulis sejak duduk di sekolah dasar. Kalau nggak salah umur saya kurang lebih 8 tahun. Pokoknya saya senang aja menulis, entah itu cerita, puisi atau sekedar nulis di buku diary. Kesibukan saya sehari-hari lebih banyak beres-beres rumah sih. Sesekali mengeksplor diri dengan datang ke acara untuk liputan berita. Saya berharap, punya teman sebanyak-banyaknya di blog steemit ini, bisa tukar informasi, cerita-cerita atau saling kirim puisi. Yup, puisi menjadi salah satu pilihan saya untuk menulis. Banyak banget manfaat yang saya rasakan kalau saya sedang menulis puisi. Itung-itung bisa buat terapi jiwa lah. Terapi jiwa yang saya maksud saya jadikan judul tulisan ini. Saya menyukai segala sesuatu yang indah karena saya yakin di dalam keindahan tersimpan kebaikan. Semoga saja saya bisa menulis tentang keduanya di blog steemit ini.
Hmmm…apalagi yak, sebenarnya banyak sih yang mau saya ceritain tapi kalu di awal-awal sedikit aja kali yak.
Oke, saya tunggu salam perkenalan dari kamu semua ya…para stemian!
Jakarta, 9 Juni 2018