Ini adalah inisiasi sederhana. Berusaha mendukung ibu ibu kepala rumah tangga untuk bisa mandiri secara ekonomi.
Suatu hari kami bertemu dengan ibu Maimunah, kepala rumah tangga dengan 2 anak. Berjualan di kios tanpa dinding di pinggir jalan desa di Gampong Lhok Euncin, Kec. Tanah Pasir, Kab. Aceh Utara.
Jika kita perhatikan, beliau hanya berdagang beberapa jenis kerupuk, Aqua gelas, mie instan dan beberapa minuman sachet. Jika dijumlahkan, dengan uang 300 ribuan kita bisa membawa pulang semua dagangan beliau. Rupanya beliau hanya berharap pendapatan harian antara 15 sampai 25 ribu tiap harinya untuk membeli beras dan jajan anak yang masih bersekolah di Sekolah Dasar.
Foto tempat usaha Ibu Maimunah
Kita akan mendapatkan banyak Maimunah Maimunah yang lain di sekitar kita. Yang menjadi pejuang keluarganya. Rata rata mereka tidak punya akses yang baik ke lembaga keuangan, belum lagi kendala lain semisal ketiadaan jaminan pinjaman.
Program simpan pinjam bukan lagi barang baru. Sebagai contoh; pasca tsunami, Aceh mengelola Trilyunan dana simpan pinjam melalui Program Aceh Micro Finance (AMF) yang praktik baiknya tentu menjadi pembelajaran positif bagi banyak pihak; Demikian pula sebaliknya.
Pendampingan barangkali menjadi salah satu faktor penting dalam hal ini. Pendampingan dalam setiap tahapan usaha.
Foto tempat usaha ibu Maimunah setelah 1 tahun pendampingan.
Paling kurang, berdasarkan pendampingan atas ibu Maimunah dan 33 penerima manfaat lainnya, kami berkesimpulan bahwa sangat penting untuk mendapatkan Pendamping yang mampu mengkomunikasikan ide secara sederhana, yang mampu ‘berbahasa dengan bahasa orang yang didampingi’.
Ibu Maimunah dan kawan-kawan beliau adalah orang-orang yang kuat yang punya kapasitas hebat untuk berkembang. Hanya perlu sedikit dorongan yang membuat mereka bisa terbang dan mandiri.
Program pendampingan semacam ini kami beri nama dengan program ‘Super Store’, hanya untuk mereka yang punya semangat Super untuk terus maju dan berkembang.