Peunayong, sebuah kawasan pecinan di Kota Banda Aceh. Konon kata "Peunayong"berasal dari kata "Peumayong" atau tempat yang menaungi. Pada masa lalu, kawasan ini dipercaya dipenuhi oleh pohon-pohon besar laksana payung-payung, sehingga kawasan ini sering dijadikan tempat berteduh oleh pihak kesultanan Aceh.
Tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat menerima dan menjamu tamu-tamu sultan. Bahkan Cheng-Ho, seorang penjelajah terkenal dari negeri Tiongkok, pernah singgah di kawasan ini dan menghadiahkan sebuah Lonceng berukuran besar kepada kesultanan Aceh. Lonceng tersebut di beri nama dengan "Lonceng Cakra Donya".
Kawasan Peunayong dari sejak dulu hingga masa kini terkenal akan keberagamanan penduduknya. Kawasan ini ditetapkan menjadi kawasan China Town yang memiliki karakteristik kawasan yang di dominasi oleh etnis keturunan Tionghoa. Lebih lanjut kawasan ini menjadi kawasan heritage atau cagar budaya.
Pertokoan dengan ujung atap menonjol sebagai ciri gaya khas arsitektur China
Mural Art, Ilustrasi Cheng Ho menyerahkan Lonceng Cakra Donya Sebagai Hadiah Kepada Kesultanan Aceh
Mural Art, Barongsai sebagai identitas budaya Tionghoa
Arkade, pertokoan