Tanggal 19 September yang lalu kami melakukan perjalanan menuju Thailand, rute pesawat yang kami tempuh adalah Banda Aceh-Kuala Lumpur-Thailand, berhubung tidak ada rute langsung dari Banda Aceh ke Thailand. Awalnya saya memang tidak berencana untuk ikut dalam rombongan, namun karena "racun" dan desakan dari kawan-kawan akhirnya saya harus berlapang dada membocorkan lagi kantong yang sudah setengah terisi.
"But you'll never know how awesome the journey if you not in it, so.. take a chance"
Ya.. seperti ritual biasa anak-anak (masih) muda ini adalah take a picture dari segala penjuru arah, biar meninggalkan jejak dan bukti buat anak-cucu nantinya... halaahhh..
Sesampainya di Bandara Don Mueang yang pertama sekali saya lakukan adalah mengucap syukur, karena dalam perjalanan tersebut banyak turbulensinya, mungkin karena cuaca juga lagi ngambek-ngambeknya dan kami salah timing untuk melakukan trip.
Tulisan-tulisan seperti cacing ini menandakan bahwa kita sudah sampai ke Thailand
Bahkan google translate pun tak mampu memahami tulisan yang adek baca, apalagi abang... ehhh
Bermalam di Bandara tak membuat kami gentar, dan satu persatu deretan bangku kami sortir untuk merebahkan badan, lalu nyari colokan charger dan kebetulan saya bawa stop kontak cabang.. alhasil misi ngecas gratis saya lancarkan, semua peralatan elektronik saya charger malam itu, Karena tujuan utama besok pagi adalah ke Santorini Park di Cha-am, perjalanan kesana menempuh waktu 2 jam (kalau tidak macet), jadi siap-siapin mental saja kalau ketika kalian mau ke Santorini Park ternyata ketemu macet, Karena traffic nya hampir sama seperti kawasan Jakarta kalau di Indonesia.
Pukul 10.00 Am waktu setempat kami langsung bergegas ke Santorini Park dengan menyewa van selama 12 jam (itungan 1 harian) seharga 3.500 bath, tidak terlalu mahal jadinya karena kita sharing budget, dan dapat bonus driver yang ramah namanya uncle Thorn.
Namun kali ini perjalanan kita memakan waktu 3 jam karena banyak berhentinya (bisa jadi alasan kuat untuk ngeluarin taring dan tanduk setan).
Kita berhenti di money changer dan cari makanan halal terlebih dahulu. Btw, untuk makanan halal agak susah kita dapatkan di Bangkok, jadi alternatif pengganjal perut adalah roti dan yogurt.
Sampai disana langsung beli tiket seharga 150 bath (kalau dikonversi ke rupiah sekitar Rp.60.000), standar lah.. dan dapat menikmati 1 kali permainan gratis juga disini.
Disantorini Park juga ada museum 3 dimensi nya, namun untuk masuk kesana kita harus bayar lagi. So, kami memutuskan untuk tidak masuk.
Baiklah ini penampakan Santorini Park yang menjadi duplikatnya Santorini di Yunani
Kalau mau kemari pastikan kamu memakai baju bernuansa putih biru biar eye catching
Burungnya entah lepas kemana
Ini adalah foto yang terpaksa diambil. udah ngeker-ngeker, angle udah pas... ehhh tetiba manusia (tak merasa) berdosa ini langsung ambil posisi
Semoga suatu saat bisa kemari sama KAMU
Dinner with me here?
Mumpung gak ada yang kenal kita disini jadi gaya suka-suka boleh dong ya..
Tadinya area ini kosong... ehh pas kami lagi foto-foto tambah rame orang, susah memang kalau jadi trendsetter
Perjalanan hari ini berhenti disini karena hujan deras, padahal tadinya mau nyambung ke swiss farm nya. Akhirnya kita harus berpuas diri dan kembali ke Bangkok. Nantikan cerita perjalanan kami selanjutnya di Bangkok ya...
Follow me
Steemit :
Instagram :
Facebook : Cut Farhani Rizky