My name is Rafiqa, begitu anak ini menyebutkan namanya.
Kita berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris seadanya dan selebihnya bahasa tubuh adalah keahlian yang saya miliki untuk berkomunikasi dengan orang asing.
Rafiqa tidak terlalu ceria namun tidak juga pendiam. Masih tertinggal trauma mendalam dengan apa yang telah dia alami, yang bahkan orang dewasa atau setegar apapun belum tentu mampu menghadapinya. Bagi Rafiqa saat itu tidak ada tempat yang lebih nyaman baginya selain tempat pengungsian setelah berbulan-bulan merasakan ganasnya ombak lautan dan kejamnya predator bertopeng manusia.
Rafiqa merupakan salah satu anak yang terusir dari tanah kelahirannya, Myanmar. Dia beserta keluarganya lari dan mengambil resiko akan ketidakpastian demi mendapatkan suaka politik, demi menyelamatkan diri dari bedebah yang berlindung dalam payung agama.
Tak ada perjalanan hidup yang terlalu mulus, bahkan orang yang paling bahagiapun pasti pernah tersakiti. Begitulah yang dialami Rafiqa, Kehilangan ayah karena dibunuh oleh Bangla (sebutan mereka untuk orang Bangladesh) di depan matanya, serta terpisah dari Ibunya, harusnya membuat Rafiqa terpuruk namun tidak dilakukan. Mungkin Rafiqa bisa menyembunyikan kesedihannya, tapi tidak untuk kehampaan hatinya. Bahkan panggilan mama untuk setiap perempuan dan baba pada setiap laki-laki yang ditemuinya tak mampu menyamarkan rasa sakit yang tertahan dalam hatinya.
Di Dunia ini segala sesuatunya punya pilihan tersendiri, antara mendekat atau menjauh, antara sedih atau bahagia, antara nyata atau maya, serta antara terbit atau tenggelam. Sayangnya tak ada pilihan antara melepaskan atau mengikhlaskan, karena Rafiqa harus kehilangan semua orang tersayangnya, dan mengikhlaskan apa yang telah dilaluinya agar bisa tetap memandang lantang pada dunia tanpa harus tertunduk rapuh.
Aku tak berani berharap banyak untuk kebahagian Rafiqa, karena harapan akan membuat lemah. Tapi aku yakin bahwa dia mampu menghadapi segalanya, walaupun tak akan ada yang sama untuk kedua kalinya.
Dan cerita itu berakhir di Kuala Langsa
Follow me
Steemit :
Instagram :
Facebook : Cut Farhani rizky