Semua yang hadir di sana kemarin adalah para Steemian (sebutan untuk mereka yang aktif di Steemit), baik Steemian lama maupun pendatang baru. Oh ralat, ternyata belum semua. Seorang cewek cantik yang duduk persis di sebelah saya kemarin dan beberapa cewek lainnya yang satu kelompok dengan saya, beberapa di antaranya. Saya tidak terkejut ketika beberapa cewek mahasiwa yang satu kelompok kecil dengan saya mengaku belum punya akun steemit meskipun mereka tidak asing lagi dengan Steemit. Saya pernah di posisi mereka: tahu lama Steemit tetapi entah kenapa belum tergerak untuk mempelajarinya. Yang mengagetkan saya justru pernyataan dari cewek cantik yang, ketika saya datang telat ke kantor Aceh Trend, duduk di samping saya. Pasalnya, cewek tersebut bekerja di media Aceh Trend, sementara CEO Aceh Trend, , adalah salah satu dari jajaran Steemian senior di Aceh. Sedikit mengherankan karena Bang Risman terkenal gigih memperkenalkan Steemit ke berbagai kalangan. Apakah kru Aceh Trend bukan sasaran Bang Risman? Tetapi mungkin cewek tersebut belum mendapat ‘hidayah’ untuk bergabung dengan Steemit atau mungkin dia tidak suka bermain ‘bermain-main’ dengan media sosial. Tetapi melihat antusiasme dia kemarin, tak mungkin dia tidak tertarik.
Well, saya sama antusiasnya dengan cewek yang duduk di sebelah saya tersebut. Apalagi saya sudah bergabung dengan Steemit, meskipun baru seminggu :D
Ini bukan meet up komunitas media sosial pertama yang saya ikuti, tetapi saya excited sekali mengikutinya. Apalagi dari woro-woro di grup KSI Chapter Banda Aceh, saya jadi tahu bahwa acara ini akan diikuti juga oleh blogger-yang-terkenal-sejak-kapan-kapan mbak , duo kurator Indonesia yang ternyata adalah orang Aceh:
dan
, dan para steemian senior yang berasal dari beberapa daerah. Sebut saja di antaranya Bang
dari Lhokseumawe,
dari Langsa, dan
dan
dari Bireuen. Belum lagi steemian-steemian lainnya yang berasal dari berbagai daerah (umumnya dari blahdeh Seulawah) yang hari itu sengaja datang untuk bertemu steemian lainnya, dan tentu saja para kurator
dan
. Ketika saya membaca tulisan Ichsan Maulana
dan perjuangannya untuk balik ke Banda untuk menghadiri meet up ini (meskipun kemudian dia telat datang karena ban bus angkutan antarkota yang ditumpanginya bocor) saya pikir meet up ini tentulah sudah lama dinanti-nanti.
Kapan lagi bisa bertemu ,
,
,
,
, dan
, yekan?
Sesuai temanya, meet up Steemit kali ini benar-benar memberi efek kebahagiaan. Saya menjadi terpacu untuk terus menulis dan menulis, walaupun mungkin hanya sedikit yang membacanya apalagi yang vote.
Karena saya suka menulis.
Mari mengembangkan bakat masing-masing di Steemit. Salam bahagia!