Foto: Awak FAMe Group
Sahabat steemian...
Jumat siang (18/5/2018) kemarin, saya menghubungi secara khusus koordinator FAMe chapter Lhoksemawe (FAMe-L) saudari Asmaul Husna. Tujuannya adalah untuk mendaftar jadi salah satu peserta diskusi FAMe-L bersama tamu dari Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS), Mr. Juha Salin.
Acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Mei 2018 sekira pukul 11.00 WIB s/d selesai. Mengambil tempat di Sekolah Sukma Bangsa, Lhokseumawe. Foto: WA
Sebuah kesempatan baik berdiskusi dengan orang asing. Apalagi materinya membahas tentang bagaimana kebudayaan lokal Aceh, peran dan keberadaan pers di negara dengan mayoritas muslim, hingga perkembangan Islam di Amerika. Wah... sangat menarik.
Lalu kenapa saya harus menghubungi husna secara khusus? Itu karena saya alpa membaca WA group beberapa hari terakhir terkait dengan informasi diskusi tersebut. Hingga seorang teman, bang mengingatkan saya. Kala itu dateline pendaftarannya sudah berakhir Jumat pagi.
Foto: Awak FAMe Group
Kemudian saya langsung menghubungi Husna via WA pribadi dan menanyakan peluang menjadi peserta, meski waktu pendaftaran berakhir. Alhamdulillah, Husna masih berbaik hati. Ia mempersilakan saya mengirim nama, gelar dan profesi, sebagai data awal peserta untuk diteruskan ke staf konjen AS.
Satu langkah saya lewati. Lankah berikutnya adalah merancang keberangkatan ke tempat acara besok pagi (Sabtu, hari ini) disepakati bersama seorang teman. Pokoknya perencaan sudah beres. Tinggal dieksekusi sesuai jadwal. Foto: Awak FAMe Group
Namun apa hendak dikata. Manusia boleh saja berencana apapun. Tetapi jika Allah SWT tidak menghendaki, maka rencana manusia tinggallah rencana. Tanpa mampu diselesaikan dengan baik dan tuntas.
Tepat pukul 06.00 WIB pagi tadi, handphone (HP) saya berdering. Di ujung telpon sana ternyata abang ipar saya mengabarkan sedikit musibah yang menimpa keluarga kecil mereka. Bayi --anak keempat mereka-- yang masih dalam kandungan telah meninggal dunia sebelum dilahirkan, vonis dokter di salah satu rumah sakit di Kota Bireuen. Foto: Awak FAMe Group
Kami pun tak bisa berkata apa-apa. Hanya mampu memberikan semangat sambil sesekali meminta mereka bersabar. "Ini semua adalah cobaan Allah atas hambanya," kata istri saya.
Kami pun bersiap-siap akan menuju Bireuen. Si abang (anak tertua kami) dan adiknya (anak kedua) yang masih tertidur pulas kami bangunkan. Kemudian mereka mandi dan mengenakan pakaian. Tidak lama kami langsung tancap gas menuju Bireuen. Foto: Awak FAMe Group
Karena itu sahabat steemian, pada hari ini saya minta maaf tidak bisa hadir. Permintaan maaf secara khusus saya tujukan kepada Husna yang harus bekerja dua kali untuk mengirim susul nama saya ke staf konjen AS itu, secara khusus sebagai peserta tambahan.
Sekali lagi saya mohon maaf kepada sahabat semuanya. Dan terima kasih atas layanan ekstra FAMe chapter Lhokseumawe. Selanjutnya saya mengucapkan selamat berdiskusi. Semoga ilmu akan terus mengalir demi perbaikan umat manusia dan alamnya serta membumikan literasi.
Demikian sahabat. Dan salam literasi.