Sahabat steemian..
Aktivitas di warung kopi pada malam pertama bulan ramadhan terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sepertinya masyarakat, khususnya kaum lelaki ebih memilih warung kopi ketimbang rumah. Sssstt.... Kondisi iti tentunya setelah mereka melaksanakan ibadah shalat tarawih dan witir.
Keramain ini mungkin saja disebabkan ada banyak putaran informasi yang dibicarakan masing-masing orang. Mulai dari tradisi makmeugang, persiapan menyambut bulan puasa, dan mungkin juga soal rencana beli baju baru untuk lebaran nanti.
Hmm.... Warung kopi memang menjadi media paling efektif untuk membangun komunikasi antar sesama. Warung kopi bagi sebagian masyarakat Aceh juga menjadi "rumah" kedua.
Asalkan saja tidak sampai menjadikan warung dan mobiler di dalamnya sebagai sawah atau ladang bercocok tanam. Karena dapat dipastikan tidak akan bisa dipanen. Kasihan yang di rumah, menunggu.