*BIREUEN*, nicknamed the fighting city, was once part of the history of the Republic of Indonesia's struggle for independence.Because Bireuen had been the third national capital in 1948.when the fall of Yogyakarta in 1948.
.
Vice President JUSUF KALLA also said that Bireuen had indeed been the capital of Indonesia.
"The independence of the Republic of Indonesia is the result of the struggle of the entire Indonesian nation. Aceh has an important role in the history of the Indonesian struggle," JUSUF KALLA said during a speech awarding the Honoris Causa Doctorate in AAC Dayan Building Dawood Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Saturday 14 November 2015.According to JUSUF KALLA, Bireuen had been the capital of Indonesia, when the fall of Yogyakarta in 1948. President Sukarno moved from the second capital of the Republic of Indonesia, namely Yogyakarta to Bireuen on June 18, 1948
*Unfortunately History Is Not Recorded In The History Book of Indonesian Independence*
*BIREUEN* yang dijuluki dengan kota juang ini pernah menjadi bagian sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.Karena Bireuen pernah menjadi ibu kota negara yang ketiga pada tahun 1948.ketika jatuhnya Yogyakarta pada 1948.
![image](
Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah menyampaikan kalau Bireuen memang pernah menjadi ibu kota RI. "Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan hasil perjuangan dari seluruh bangsa Indonesia. Aceh memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia," ujar JK saat pidato penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu 14 November 2015.
Menurut JK, Bireuen pernah menjadi ibu kota RI, ketika jatuhnya Yogyakarta pada 1948. Presiden Sukarno hijrah dari ibu kota kedua RI, yakni Yogyakarta ke Bireuen pada 18 Juni 1948.
*Sayangnya Sejarah Ini Tidak Dicatat Dalam Buku Sejarah Kemerdekaan Indonesia.*