Dulu aku pernah berharap kepada manusia
Yang kodratnya alpa serta lupa
Tak ada yang dapat kuterima
Hanya sayatan luka dari tajamnya mata dusta
Masa itu telah kutinggalkan
Menjadi hiasan dalam tabir kenangan
bukan bermaksud untuk melupakan
namun mengambil pelajaran dari setiap kesalahan
Tuhan, dosa-dosa itu bertumpuk bagai gunung
Namun rahmat-Mu jauh melebihi langit luasnya
Walaupun telah seluas lautan rasa syukurku
Itu semua hanya setitik dari semua nikmat-Mu
Tuhan, walau taubatku sering ku pungkiri
Namun pintu ampunan-Mu tak memiliki tepi
Bila selangkah ku rapatkan diri ini pada-Mu
Seribu langkah Kau dekat padaku
Goresan Pena Anfal