Postingan pertama tahun 2018 ini, kata bang , baiknya berbicara tentang visi. Barangkali kelak tulisan ini akan menjadi cermin untuk memastikan bagaimana sudah rupa target yang diingini. Target untuk setahun depan.
Jika semata ingin, siapa pun punya banyak ingin. Namun ingin yang selaras dengan kebutuhan dan kemampuan tentu terbatas. Jika setahun terbagi tiga bagian, saya hanya ingin Umi umrah di bagian awal, menikah di bagian kedua, dan berjaya di bidang tercinta saya, musik, di bagian ketiga.
Setahun lalu cukuplah jadi pelajaran. Dan memang penuh dalam keadaan belajar serta mengambil keputusan. Cukup kami dimatangkan keadaan. Pada beberapa pelajaran saya lulus dengan nilai memuaskan. Tapi sempat kacau pada beberapa pelajaran lain. Ketika saya renung-renungkan dan saya telisik lebih dalam, ternyata (tentang pelajaran yang gagal itu) ketika memasukkan nilai ke rapor tahun lalu saya, guru kami salah data. Walhasil, gegara itu beberapa kali saya gagal mendapatkan beasiswa prestasi. Meski demikian, saya mampu lulus seleksi beasiswa anak yatim selaik teman-teman. Dari beasiswa itu cukuplah untuk membeli seragam dan buku-buku pegangan serta beberapa kamus bahasa seperti yang dianjurkan. Kalian paham? Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan.
Setahun ke depan, saya mohon doa dan dukungan kalian. Meski saya cukup punya kekuatan dari doa Umi, Vodjan dan Apii (adikku), dari Apachian yang terus memasang diri berjuang demi kami, tapi doa kalian sungguh sangat berarti untuk menggapai semua rencana ini.
2018, Bismillah!