Gambar : Dokumen pribadi
Puisi ini pernah dimuat di Kompasiana
Pesan Untuk Sahabat
Kutuliskan pesan buat Hera.
Maafkan aku, tak bisa langsung bicara.
Karena takut timbulkan huru hara.
Maka aku tulis pesan tanpa rasa mara.
Dulu di dadaku penuh gelora.
Darah muda penuh asmara.
Punya semangat bak tentara.
Tapi kala jatuh cinta tak berani bicara.
Kini kita berdua sudah dewasa.
Hidup dalam dunia yang berbeda.
Kau hidup di dunia penuh rasa.
Aku hidup dalam dunia waspada.
Kini aku merasa gembira.
Lihat kau sudah berbahagia.
Semoga hidupmu selalu sejahtera.
Hidup dipenuhi canda dan ria.
Empat lokasi, 29 Desember 2019