Hai sahabat steemians!
Semakin menarik saja kita berada dalam komunitas steemit, banyak pengalaman dan banyak cerita yang kita dapatkan disini, dan yang tidak kalah penting adalah kantongnya, harus semakin tebal tentunya.
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita tentang ajang kompetisi yang sedang berlansung di Provinsi Aceh berupa Aceh World Solidarity (AWS) "Tsunami Cup" yang menghadirkan beberapa negara tetangga seperti; Kirzigistan, Brunai Darussalam dan Mongolia. Pertandingan sepak bola ini kemudian mendapat respon yang beragam dari masyarakat Aceh, apalagi dunia sosial media.
Momen sepak bola ini bertepatan dengan ulang tahun tsunami, sehingga banyak yang protes kalau untuk mengenang arwah korban seharusnya dengan memanjatkan doa, atau membaca surat yasin sesuai dengan kebiasaan masyarakat Aceh.
Namun tidak sedikit pula respon positifnya, karena masyarakat Aceh juga butuh olah raga untuk "nak bek pungoe" istilah lokalnya. Pula, ajang pertandingan sepak bola dalam even-even besar nyaris tidak pernah diadakan di Aceh belakangan ini.
Aceh World Solidarity dilaksanakan di Banda Aceh, sebagai pusat Provinsi Aceh, memilih tempat ini sangat layak, namun ini soal waktu pelaksanaan, karena setiap bulan Desember curah hujan di Aceh sangat tinggi.
Apalagi tahun ini, sebahagian wilayah di Aceh terendam banjir, seperti Kabupaten Aceh Utara, Aceh Singkil dan Kabupaten Pidie Jaya. Memang, di ibu kota Provinsi Aceh tidak ada banjir, tapi karena lagi musim hujan, maka para pemain harus menghadapi medan yang sangat licin dan berlumpur.
Sepak Bola AWS disiarkan secara lansung oleh sebuah stasiun televisi, masyarakat yang tidak sempat hadir untuk menyaksikan lansung, bisa menonton dilayar televisi di rumah. Karena kondisi pemain sedang kotor akibat guyuran hujan, maka tersebarlah gambar dari netizen yang membuat meme gambar editan yang terkesan lucu, seperti dalam gambar postingan saya selanjutnya.
Gambar-gambar postingan netizen sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap even pertandingan ini yang seharusnya dilaksanakan tidak dalam musim hujan, sehingga para pecinta si kulit bundar bisa menikmati pertandingan dengan nyaman.
Kita tunggu kompetisi selanjutnya apakah akan tetap berlumpur, dan apakah club indonesia bisa keluar sebagai juara dalam berselancar mempertahankan nama baik indonesia. Semoga!
Termakasih kepada seluruh steemians, bila anda tertarik dengan postingan saya silahkan upvote dan reestem.
Ikuti pula tulisan saya yang lain di
Thank you.