Bagi masyarakat kota, tanaman hidroponik pasti tidak asing lagi di telinga mereka. Jenis tanamannya tetap sama, bedanya hanya media penanamanya tidak menggunakan tanah, melainkan media air yang telah dicampur dengan nutrisi.
Tanaman model seperti ini biasanya dimanfaat oleh orang-orang yang tinggal di perkotaan yang memiliki lahan sempit. Model penanaman seperti ini bisa dilakukan di depan rumah atau di mana pun, karena tidak mebutuhkan lahan yang besar.
Seorang pengunjung yang memperlihatkan sayuran segar | Foto: Hayatullah Pasee
Sebagai contoh, kita dapat melihat tanaman hidroponik milik Dinas Pangan Pemerintah Aceh, di kompleks keistimewaan, Jeulingke Banda Aceh. Jenis tanaman yang disemai di sana berupa sayur-sayuran seperti; kangkung, sawi, selada, timun, gambas, tomat dan beberapa tanaman sayur-sayuran lainnya.
Benny, selaku pengelola tanaman hidroponik ini menjelaskan, tanaman tersebut sehat untuk dikomsumsi oleh masyarakat, sebab tanpa menggunakan pestisida. Masa pemanenannya pun lebih cepat sekitar 30 hari sudah dapat hasil.
Benny sedang melayani pengunjung yang ingin membeli tanaman sayuran.| Foto: Hayatullah Pasee
Untuk nutrisi yang digunakan pun beragam, namun yang digunakan Benny itu jenis AB Mix, karena jenis tanamannya yaitu sayuran, jika tanamanya jenis lain tentu nutrisinya juga lain lagi. Takarannya AB Mix itu untuk satu liter air sebanyak 5 cc. Dari takaran tersebut dapat disesuaikan misalnya untuk satu tangki air yang dialiri berapa liter.
Namun untuk tahap pertama akan menelan banyak biaya, sebab bahan yang digunakan merupakan pipa plastik. Karena, air yang dialiri ke pipa tersebut tidak boleh bocor, harus mengendap. Namun setelah panen pipa tersebut bisa digunakan lagi.
Penampungan air dan mesin Sanyo untuk pengairan ke tanaman.| Foto: Hayatullah Pasee
Akan lebih baik lagi menurut Benny yaitu diletakkan pendingin dan penahan panas matahari. Sebab jenis tanaman ini tidak boleh kepanasan. Bagi Anda yang ingin mencobanya, bisa dibuat di rumah masing-masing.
Silakan mencoba!
Postingan sebelumnya:
https://steemit.com/indonesia/@hayatullahpasee/berwisata-tak-harus-ke-pantai
https://steemit.com/indonesia/@hayatullahpasee/kantor-steemit-dan-film-bollywood
https://steemit.com/bollywood/@hayatullahpasee/film-review-ittefaq-2017-novelis-licik-penuh-intrik