Mari berdialog sekali lagi,
Sebab dari kerutan dahimu,
Sesiapa tau bahwa tanya beranak pinak di kepala,
Jadi duduklah di hadapanku,
Dan sejenak kita berhenti memalingkan diri.
Tak apa, tak perlu merasa sungkan pada
Waktu yang terbuang,
Kau bungkam, sementara aku menghujam
Jantungku dengan tatapan.
Bukan maksudku,
Tapi jelas, meski lisan tak mengudara,
Sesalmu ada, tumpah ruah hingga mengarus deras.
Dan tanpa perdebatan, kau melompat kedalamnya.
-A-