Sumber gambar
di depan gedung pemerintahan
pagar baja angkuh berdiri
mahasiswa berorasi
tentang segala ketimpangan yang mereka rasakan
tentang keadilan yang meregang nyawa di jalan jalan.
di kursi kursi empuk itu
para dewan sibuk menata kebijakan yang menguntungkan
sambil sesekali mengobel klentit pelacur kelas wahid
menenggak anggur, mengunyah bangkai para buruh yang mati di gorok kebutuhan
peduli setan soal harga diri
peduli setan soal keadilan
peduli setan soal kemanusian
asal uang hasil korupsi aman di tangan
asal busuk masih mampu di sembunyikan
asal bisa menjaga sikap, tersenyum hangat di televisi
mereka tak akan perduli.
di langit, hitam menggantung
bukan pertanda bahwa hujan akan turun, bung
kau lihat kah?
garuda kita, sedang melayang menahan perih
indonesia kita, belum benar benar merdeka
dan pertiwi, astaga, tanpa kebaya ia berjalan dari hari ke hari
tubuhnya bedah, berdarah, batuk batuk dan payah