Hari ini aku menonton kembali film india tara zameen paar yang bercerita tentang seorang anak bernama ihsan tidak bisa membaca dan menulis padahal umurnya sudah 9 tahun, dia mengindap kelainan disleksia yang mana memiliki kesulitan dalam mengenal huruf hingga mustahil bisa membaca, karna keterbasannya tersebut ia menjadi nakal untuk menutupi kekurangannya. Namanya aja anak-anak wajar jika dia nakal, kalau sudah dewasa masih nakal itu baru bahaya bagi kesehatan.
disleksia bukanlah penyakit, tapi sebuah kelainan, bisa jadi kelainan genetik, banyak orang tidak tau apa itu disleksia, begitu juga dengan ayahnya ihsan, di begitu keras kepada ihsan, dan tidak mau tau, pokoknya anaknya harus seperti yang lain, apalagi abangnya selalu juara di kelas, ini yang makin membuat ayahnya selalu memarahinya. Beruntung ihsan memiliki ibu yang begitu sabar dan sayang kepadanya.
Ayahnya ingin agar ihsan bisa bersaing sesuai dengan harapannya, dan kelak bisa bekerja mandiri baik itu sebagai arsitek, dokter, pengacara dan lainnya, padahal ihsan itu seorang anak, bukan robot yang bisa di program seseuai keinginan, bukankah setiap anak terlahir sempurna dengan bakat yang berbeda beda?
Bersambung