(img.source) ilustrasi
Dilain cerita ada seseorang yang dimusuhi temannya karena memutuskan untuk tidak menjadi leabian dan berusaha menjadi muslimah yang baik, bahkan ada kisah lain seseorang yang akhirnya bermusuhan hanya karena berbeda dalam memilih partai, berbeda pendapat dalam masalah organisasi, berbeda pendapat dalam bidang cabang - cabang agama (furu'iyah) seperti masalah qunut, doa bersama, tahlilan dan lain-lain.
Masih banyak lagi cerita tentang putusnya persahabatan yang sidah terjalin bertahin-tahun hanya karena sepele. Yang masalah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pahala menjalin persahabatan dan doa memutuskan persahabatan.
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda : " Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama dari shalat, puasa, sedekah?"
Para sahabat :"Mau, wahai Rasulullah!, perbaiki pergaulan, karena rusaknya hubungan baik berarti mencukur, aku tidak mengatakan mencukur rambut, tapi mencukur AGAMA.(HR. At-Tarmidzi).
(img.source)ilustrasi
"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan Tharmidzi.)
"Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berseru, dimana orang - orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, pada hari ini akan aku lindungi mereka dalam lindungan-ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku. (HR.Muslim).
"Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri. (HR.Muslim dan Tharmidzi).
(img.source)ilustrasi
Al-Hasan Al-Bashri berkata: "perbanyaklah sahabat-sahabat Mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".
Imam Syafii berkata "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah melepaskannya. Karna mencari temanbaik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.
Lalu bagaimana kriteria sahabat yang baik tersebut?
Para ulama menjelaskan tentang sahabat yang baik adalah seperte ini:
Lukmanulhakim menasehati anaknya :
- Wahai anakku setelah engkau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yang baik dan tulus.
- Perumpamaan teman yang baik seperti "pohon" jika kau duduk dibawahnya dia dapat menaungimu, jika kau mengambil buahnya dapat kau makan.
Jika ia tak bermamfaat bagimu ia juga tak akan membahayakanmu.
Dan masih banyak kriteria teman yang baik menurut islam yang tidak saya sebutkan disini, dan semoga kita bisa membedakan mana teman dan mana sahabat.