Mobil bersilang siur dikota yang padat, sehingga kadang-kadang roda waktu seakan berjalan diatas kening kita. Tiap detik dari waktu, adalah sekeping emas. Lalai sedikit saja memburu waktu, ada harapan dimakan kawan. Dalam kesibukan, kita semua merasa perlu untuk beristirahat, mengaso (melepaskan lelah), berpiknik, tetirah (pergi ketempat nyaman) ke bukit, dan ada juga orang - orang mencari ketenangan dengan pergi ke bar sambil minum minuman keras. Kadang ada juga yang mengubah pola hidup yaitu lebih banyak hidup dimalam hari dan tidur di siang hari. Ada juga orang yang sepi jiwanya walaupun ramai orang disekelilingnya.
Pernah kita lihat di Wallstreet New York, ada "bendi"(kereta beroda dua yang ditarik oleh kuda) atau "andong"(kereta sado beroda empat) ternyata sewanya lebih mahal dari taxi, karena orang -orang kaya New York sudah bosan naik mobil mewah yang mengkilap, lalu mereka mencari istirahat dengan naik "andong" atau "bendi" ditengah kota New York.
Mencari hiburan yang demikian ibarat orang haus meminum air laut, semakin diminum maka semakin bertambah hausnya. Dengan demikian istirahat itupun sudah menjadi beban hidup. Ilmu kedokteran yang semakin canggih, menemukan penyakit -penyakit baru dalam jiwa manusia, yaitu penyakit jiwa yang selalu gelisah, jiwa yang selalu cemas, jiwa yang pesimis seakan -akan perang dunia ketiga akan terjadi besok.
Di America telah tumbuh dan berkembang satu ilmu pengobatan yaitu pengobatan yang dinamai "Christian Science" pengobatan berdasarkan kenyakinan tetapi dilakukan secara ilmiah. Ini ilmu modern, bukan ilmu kolot.
Terpaksa kita harus melihat contoh ke Barat, karena di zaman sekarang kerapkali orang baru mau percaya dasar agamanya, setelah ada kesaksian dari barat.
Memang! Sembahyang dalam pengertian islam-pun mencakup akan pengobatan jiwa. Bertambah maju maka akan bertambah pula kesibukan dunia, bertambah penting pula kedudukan sembahyang bagi keseimbagan hidup kita. Jiwa kita akan hancur lebur bagai kaca terhempas ke batu, karena tidak kuat menjawab tantangan zaman yang serba modern.
Dalam sembahyang itu kita akan melepaskan permasalahan kehidupan, soal hutang dan piutang, laba - rugi, politik, dan ekonomi, bahakan seluruh persoalan yang berkenan dengan kebendaan. Lepaskan itu semua dan menghambakan diri kepada yang maha kuasa.
Coba kita renungi dan perhatikan susunan amalan sembahyang, dari mulai berwudhuk membersihkan muka sampai dengan membersihkan kaki, akan terasalah bekas sembahyang itu bagi jiwa kita, kalau saudara bangun dan pergi ke mesjid baik dengan tetangga, kawan dekat maka disana saudara akan dapat merasakan terkikisnya penyakit masyarakat zaman modern yaitu hidup "egoistis" tak ada hubungan dengan orang lain. Disana tidak ada yang namanya president dan tidak ada yang namanya masyarakat biasa, semuanya sama, sama - sama mencari keridhaan dari sang khaliq.
Dalam sembahyang kita juga akan diajarkan bagaimana hidup berorganisasi; walaupun hanya dua orang yang berjamaah namun hanya satu orang yang menjadi makmum, kalau imam belum ruku' makmumpun tidak akan ruku'.
Jadikanlah ibadah sembahyang sebagai makanan jiwa anda, sembahyang juga bisa menjadi istirahat jiwa dalam menghadapi beban hidup yang terus menerus.
"kalau saudara seorang politikus, mulailah dari mesjid menuju parlemen."
"kalau anda seorang ekonom, mulailah dari mesjid menuju tempat anda bekerja."
"kalau anda seorang pujangga, mulailah dari mesjid anda merangkai kata."
"kalau anda seorang penulis, mulailah dari mesjid anda menulis."
Demikian yang dapat saya bahas tentang ibadah dizaman modern, semoga bisa menjadi inspirasi bagi sahabat pembaca semuanya, dan mohon maaf bila ada kesalah dari tulisan ini.
sumber gambar 1,2,3
salam Hormat