SIAPA bilang steemit sekadar tempat membuang suntuk? Siapa cakap kalau steemit tidak bisa menghasilkan buku? Nah, sebuah buku dengan judul "Judul Ada di Belakang" ini diterbitkan oleh sekelompok steemian. Mereka adalah steemian Aceh, Indonesia.
Dengan terbitnya buku ini, terbukti bahwa platfom steemit bukan sekadar untuk menulis dan mengharapkan vote, lebih dari itu, artikel di steemit juga bisa diterbitkan menjadi buku.
Buku unik ini ditulis oleh beberapa orang yang tergabung dalam satu komunitas, yaitu Komunitas Kanot Bu. Markas mereka ada di Lamteumen, Banda Aceh. Keseharian mereka adalah berkreativitas dalam bentuk seni rupa, seni musik, dan seni tulis. Maka, tak heran, jika buku ini terbit secara instan dari kumpulan artikel steemit.
Artikel-artikel singkat yang sebelumnya nangkring di steemit, diangkat ke atas kertas sehingga jadilah buku. Tentu saja pekerjaan ini sekilas tampak mudah, karena hanya memindahkan tulisan dari steemit ke buku. Namun, pekerjaan ini akan susah bagi sebagian orang yang ini minim kreativitas. Oleh karena itu, tidak salah kiranya jika dalam kesempatan ini saya mengajak teman-teman menulis serius di steemit sehingga bisa dijadikan buku.
Sebenarnya, persoalan menerbitkan buku dari artikel steemit ini sudah lama saya bicarakan dengan . Namun, karena jarak dan kesibukan kami masing-masing, niat tersebut belum bisa terealisasi. Walhasil, steemian Kanot Bu akhirnya mendahului kami.
Namun demikian, tak ada kata terlambat untuk sebuah kreativitas dan karya. Jika Kanot Bu dengan penerbit tansopakopress mereka menerbitkan buku tanpa ISBN, tentu saja banyak steemian bisa menerbitkan artikel steemit mereka dengan lebih serius, ada ISBN dan pengantar. Jika perlu, disertai endorsment.
Terlepas dari itu, saya acungkan jempol dan angkat topi bagi steemians Kanot Bu yang telah menunjukkan diri bahwa menulis buku itu mudah. Selamat, Idrus dkk!
Herman RN