Dear, Bung Kurator.
Saya tahu, menjadi kurator steemit itu tidak mudah. Apalagi, mengurasi artikel di steemit tidak satu jenis, mulai dari artikel teks sampai artikel dalam bentuk gambar; mulai dari genre news, opinion, sampai pada curhat para steemian. Saya tahu dan amat sadar, mengurasi hal-hal seperti ini sangat menguras energi. Tidak hanya dibutuhkan kerja keras dan putar kepala, tetapi juga kesabaran dan ketelitian.
Oh ya, Bung Kurator. Bicara ketelitian, bolehkah kami tahu indikator artikel yang layak Bung promosikan ke atau para kurator lain di luar sana? Pertanyaan ini tiba-tiba saja melintas di benak saya setelah mengamati ada tulisan tertentu oleh akun tertentu mendapatkan upvote para kurator dan para pemilik Steem Power tinggi—saya menyebutnya para paus steemit.
Sebaliknya, ada akun tertentu dengan artikel tertentu tidak pernah disinggahi oleh atau para paus steemit. Saya juga sempat memperhatikan artikel-artikel yang mendapatkan sentuhan dari para paus luar, ada kalanya artikel yang—maaf—tidak terlalu berkualitas dibanding artikel lain yang tidak pernah mendapatkan sentuhan para paus sama sekali. Tentunya hal ini karena promosi.
Saya dengar, tingkat promosinya ada level tinggi (hard), medium (menengah), dan small (rendah). Nah, indikator meletakkan level inilah yang saya masih bingung, karena beberapa akun sudah berusaha menciptakan konten seperti saran para ambasador, tetapi dia belum mendapatkan sentuhan hard. Ah, semoga saja saya salah tentang hal ini.
Namun demikian, pastinya di luar sana selalu muncul diskusi mengapa si fulan setiap memosting tulisan senantiasa dicolek para paus. Megapa si fulen tidak pernah disinggahi para paus? Telisik punya telisik, ternyata pengaruhnya ditimbulkan pada promosi. Oleh karena itu, muncul pertanyaan apa indikator tulisan-tulisan yang layak mendapatkan promosi oleh Bung Kurator?
Jujur saja, pertama-pertama bergabung di steemit pada tahun lalu, setiap postingan saya mendapat sentuhan ,
, dan beberapa paus lain. Namun, setelah terjadi beberapa kisruh kecil antara saya dengan beberapa steemian yang aktif di komunitas tertentu, saya merasa seperti disisihkan. Ah, semoga perasaan negatif ini hanya sementara. Tak usah ditanggapi.
Bung Kurator yang arif, meski kita belum pernah bertemu sua, bukan berarti kita terlalu berjarak. Di sini, di platform ini, saya banyak tahu tentang Bung, baik dari hasil membaca tulisan-tulisan Bung maupun dari beberapa steemian yang mengisahkan tentang Bung. Semua tidak saya telan bulat-bulat. Oleh karena itu, saya bertanya melalui surat terbuka ini. Pertanyaan yang mungkin sekadar dibaca, lalu dijadikan sebagai angin lewat raga preh.
Baiklah, Bung, agar tak salah ditanggapi, saya jelaskan sedikit bahwa surat terbuka ini murni keresahan pribadi saya, yang muncul dari hati paling dalam, dengan tujuan persahabatan, bukan mencari musuh. Semoga Bung paham maksud saya, karena puja-puji bukan tipe saya. Saya lebih senang memberikan masukan tinimbang memuja dan memuji, apalagi sampai menjilat.
So, maafkan saya Bung, jika surat terbuka ini kurang berkenan. Selamat menjalankan ibadah puasa sekaligus selamat menyambut hari raya Idul Fitri.
Salam hangat,
Herman RN