Sungguh terganggu rasanya bila mendengar perbandingan yang tidak sebanding. Bagaimana setara antara perintah Allah dengan buatan manusia? Insan yang berakal pun akan menjawab, bahwa Syari'at Allah tidak ada tandingannya. Lalu syair itu terlontarkan, melesat cepat ke telinga dan menghujam dada.
Dan kau telah bermain api di tempat yang mudah terbakar.
Bila kau tidak paham dengan Syari'at Islam, tugasmu adalah Belajar. Agar kau mengerti dan bukan membaca puisi dengan alunan yang penuh dengki. Mengetahui syari'atnya di banding-bandingkan dengan tradisi dan lalu menyudutkan apa yang telah di turunkan oleh Allah. Setiap muslim yang beriman, tentu akan marah dengan hal ini.
Hei ibu tua !!! Tidakkah kau ketahui, bahwa sangatlah besar peran Takbir dalam membakar semangat perjuangan pribumi untuk mengusir penjajah, itulah ISLAM. Tanpa Islam, sulit membayangkan bagaimana negeri tercinta ini dapat merdeka. Lalu kau mengerdilkannya dengan alasan Budaya? Bagaimana mungkin kita lebih memilih sesuatu yang tidak menyelamatkan. Dan hanyalah orang-orang hilang akal yang berbuat demikian !
Jika kau tidak tahu tentang Syari'at Islam, seharusnya kau belajar dan bukan malah berpuisi.
Jika kau tidak tahu tentang Syari'at Islam, seharusnya kau bertanya, bukan malah merangkai kata-kata tanpa makna dan miskin arti.
Maka hal paling baik yang kau lakukan adalah DIAM. Sebab berbicara tanpa ilmu, bagaikan kita berjalan tanpa pelita di kegelapan malam.
#Aceh, 7 April 2018
Hanya ini saja dari saya, sekian dan Terima Kasih.