Hidup tidak hanya untuk makan tapi hidup sesuatu yang harus diperjuangkan Ibu-ibu ini usia tidak muda lagi usia sudah tua tapi mempunyai semangat untuk bertahan hidup.
Ibu - ibu ini bukan mau dipilih untuk kontes kecantikan tetapi lagi istirahat setelah selesai membersihkan Makam dengan tenaga apa adanya dibantu dengan sapu lidi setiap jengkal sampah diatas makam dan sekitarnya dibersihkan terutama peziarah Makam yang mereka kenal ataupun siapa saja yang membutuhkan jasa mereka.
Beberapa minggu yang lalu kebetulan saya Ziarah ke makam kedua orang tua, ibu -ibu mengikuti langkah sampai ketempat makam yang dituju , dengan cekatan ibu ini membersihkan sampah diatas pusara makam dari sampah daun kamboja.
ibu - pembersih makam
Setiap hari menunggu orang - orang yang ziarah ke makam dan setiap hari ibu-ibu ini duduk ditempat yang sama baik ada yang menyuruh maupun tidak tidak ada yang menyuruh , dan akan ramai peziarah setiap hari jumat. Dengan kehadiran ibu-ibu pembersih makam setidaknya mengurangi sampah yang berserakan , dengan pakaian yang sederhana dan kerja dengan ikhlas terkadang ada upah yang tidak begitu banyak tapi mereka merasa senang bisa untuk menyambung hidup.
Dengan mengais rezeki cara bekerja membuat kehidupan lebih bermakna, karena sering ketemu dengan peziarah, ibu-ibu ini tau dengan silsilah keturunan keluarga, tidak sedikit orang-orang akan ziarah pulangnya memberi sedikit uang sekedar untuk memenuhi kebutuhan.
Ibu - ibu ini rumahnya tidak jauh dari makam hanya berjalan kaki saja sampai ketempat makam, pembersih makam biasanya tidak terikat pada waktu kadang datang bisa pagi atau sore hari selebihnya tugas pokok dirumah masing -masing.
Dengan umur yang sudah tidak muda lagi namun semangatnya tetap ada, kalau ada peziarah tidak sungkan sungkan membersihkan makam dengan alat apa adanya. Selama orang masih hidup bantuan orang lain pasti diperlukan.