Awal dan akhir setiap aktivitas akan menjadi perjalanan hidup, apakah itu kehidupan, ada masa berakhir berkarir menjadi karyawan dipemerintahan karena batas waktu usia yang sudah ditentukan, tapi makna perjalanan hidup masih terus berlanjut.
Usia setiap karyawan dalam meniti karir akan berhenti menjadi bagian dari organisasi ditentukan oleh faktor usia yang telah ditentukan dengan aturan atau faktor lain, pelepasan Aparatur Sipil Negara adalah melepas dari karyawan menjadi masyarakat biasa dan sebagai penghargaan bagi setiap aparatur sipil negara yang sudah mencapai usia berkarir di pemerintahan.
Masa purnabakti setiap tahunnya bertambah, Kabupaten Sukabumi Provinsi jabar, beberapa bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 19 Desember 2019 telah melepas purnabakti Aparatur Sipil Negara yang sudah menginjak usia purnabakti atau pensiun, yang dihitung dari November 2018 sampai dengan November 2019.
Dengan jumlah karyawan yang masuk purbabakti berjumlah kurang lebih 624, purnabakti dari berbagai karyawan di organisasi perangkat daerah para purnabakti rata rata sudah mengabdikan ke negara kurang lebih 30 tahun.
Waktu terus berjalan dan yang akan memasuki purnabakti tentunya sudah tahu kapan berakhir menjadi Aparatur Sipil Negara, segala persiapan tentunya sudah dipersiapkan, mulai persyaratan administrasi, dan persiapan yang lain.
Pelepasan merupakan penghargaan bagi yang mau purnabakti karena faktor batas usia yang harus mereka keluar sewaktu menjadi karyawan, waktu masih menjabat menjadi karyawan ditunjang dengan berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas pada masih aktif jadi karyawan.
Setelah datangnya masa purnabakti segala fasilitas sudah tidak ada lagi dan dikembalikan ke Negara, setiap individu purnabakti setelah memasuki pensiun akan menjalani kehidupan berkelanjutan sesuai dengan pilihan masing-masing.
Usia pensiun sama sekali bukan akhir dari masa berkarya, pensiun dari pekerjaan dijadikan sebagai titik tolak dalam meraih hudup yang lebih baik dan untuk mengejar cita-cita yang belum sempat diraih. Dengan menjalani hidup dan setelah tidak menjadi karyawan bukan berarti hidup selesai, memilih untuk terus bertumbuh melampaui masa-masa aktifnya sebagai karyawan.
Memasuki masa purnabakti yang perlu disiapkan adalah persiapan mental dari persiapan mental tersebut setiap purnabakti akan menjalaninya dengan hidup yang akan menjadi power sindrom, memulai hidup yang direncanakan dan menerima dengan banyak waktu.
Masa waktu bekerja yang memasuki masa pensiun rata rata sudah mengabdi sekitar 32 tahun, waktu yang tidak pendek, bekerja rutin dari pagi pulang sore bahkan sampai malam hari, banyak waktu yang dimanfaatkan menjalaninya untuk mengabdi.
Pelepasan masa purnabakti menandai akan banyak waktu yang akan dimanfaatkan untuk berjarya di bidang lain,yang berguna, dan waktu yang banyak akan ditentukan oleh diri mulai dari bangun pagi, sampai pagi lagi, bebas untuk mengatur waktu.
Setelah masuk purnabakti, setiap individu dibekali dengan kemampuan masing-masing baik kemapuan keahlian atau kemapuan yang lainnya, punya pilihan memilih kegiatan masing-masing ada beberapa pilihan dalam menikmati waktu masa purnabakti, dan menikmati hari- hari tua yang bermanfaat.
Seperti aktif dengan aktivitas lebih mendekati dengan Maha Pencipta, menjadi pebisnis, aktif dibidang sosial, aktif di bidang politik, dan banyak aktifitas yang membawa pada kesibukan supaya tidak nganggur. Aktifitas untuk kesibukan supaya pikiran terus bekerja, ada juga yang menjadi akitif dibidang politik, itu adalah pilihan setiap individu memasuki pensiun atau purnabakti.
Pelepasan aparatur sipil negara yang diadakan di Palabuhanratu sebagai Ibu Kota Kabupaten Sukabumi, tempatnya di gedung Venue tinju, sebelum masuk ke gedung, pertama mengisi absen kehadiran, dan duduk di tempat yang sudah di persiapkan.
Pelepasan dihadiri oleh bapak Bupati dan Kepala Dinas yang lain, acara pelepasan purnabakti diatur oleh ketua Korpri dan jajarannya, bekerja sama dengan bank Jabar, sambutan pelepasan oleh bapak Bupati dan sambutan yang lain.
Makna sambutannya antara lain, masa purnabakti bukan berakhir masa pengabdian melainkan masih banyak pengabdian berkarir di masyarakat, serta membantu pemerintah, pemerintah masih membutuhkan para purnabakti membantu pikiran untuk membangun daerah lebih maju, karena individu purnabakti sudah banyak pengalaman dan mumpuni.
Pelepasan purnabakti juga diadakan acara lengseran yang diwakili satu orang dari jumlah yang mau masuk purnabakti, mang lengser menggunakan pakain adat sunda untuk mengiringi dan melepas purnabakti.
Setelah acara ditutup dengan doa, para karyawan yang memasuki purnabakti berkumpul masih di gedung yang sama, membentuk barisan berjejer kebelakang dan mengantri untuk mengambil pemberian kadeudeh sebagai tanda kenangan, tidak melihat besar kecilnya tapi lebih pada penghargaan karyawan yang memasuki purnabakti, thank you.
Sukabumi, Januari 2020.