Kota Palembang sekarang banyak dijunjungi oleh wisatawan, semenjak ada Asian Games 2018 dan dengan adanya LRT pertama di Indonesia daya tarik Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang semakin meningkat.
Bumi Palembang pernah menjadi Ibu Kota kerajaan Sriwijaya yang pernah menguasai sebagian besar Nusantara,Semenanjung Malaya, India serta pernah mengendalikan rute perdagangan antara wilayah pada abad 13 dan Palembang terkenal dengan julukan Bumi Sriwijaya .
Transportasi yang lebih maju pada waktu kerajaan Sriwijaya adalah Sungai musi, dari sungai musi berawal pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya perdagangan,aktivitas sosial ekonomi dan budaya, dengan pertumbuhan penduduk, seperti sekarang kota Palembang lebih ramai , tetapi peran sungai musi berpengaruh pada aktivitas masyarakat yang tinggal di tepi sungai tersebut.
Sungai Musi
Aktivitas di Sungai musi tidak berhenti terus bergerak mulai dari hilir mudik kapal yang mengangkut bahan pokok,mengangkut matrial industri sampai pada perahu kecil atau ketek di Sungai musi dan sekarang menjadi aktivitas pariwisata Sungai.
Sungai musi mempunyai panjang sekitar 750 km mempunyai lebar sekitar 300 meter dan kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter terpanjang di Pulau Sumatera, Sungai musi menjadi bagian dari sejarah zaman kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, dan Sungai musi terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat.
Menyusuri Sungai musi terlihat hilir mudik melalui sungai, banyak digunakan untuk transportasi kapal-kapal menarik batu bara terlihat jalannya lambat karena bebannya sangat berat , lain hal dengan perahu ketek kadang membawa penumpang atau membawa barang belanjaan rata_rata jalannya cepat-cepat .
Di pinggir Sungai musi terdapat Industri besar , sebagai pengangkut row matrial sampai barang jadi lebih mudah dan efesien lewat Sungai, juga permukiman di sepanjang pinggir Sungai terlihat berjejer dengan rumah jenis panggung usianyapun sudah ratusan tahun mempunyai bentuk yang khas.
Jembatan Ampera
Amanat Penderitaan Rakyat sebuah nama Jembatan di kota Palembang yang dibangun setelah Indonesia merdeka pada tahun 1962, gagasannya sudah ada waktu pemerintah kolonial Belanda ditahun 1906.
Panjang jembatan Ampera sekitar 1117 meter lebar 22 meter , kalau di New york City punya Brooklyn Bridge , di San Fransisco punya Golden Gate , di Palembang Land marknya adalah Jembatan Ampera sebagai penghubung daerah seberang Ulu dan seberang Ilir yang dipisah dengan Sungai musi, fungsi jembatan sebagai penghubung dua ruas jalan sebagai infrastruktur konstruksi.
Jembatan Ampera sekarang tidak berdiri sendiri tapi ada teman disisi jembatan, LRT ( light rail transit )yang diresmikan pada Asia Games tahun 2018, yang diselenggarakan di Kota Palembang, bisa dilihat kedua jembatan penghubung yang melintas diatas Sungai musi dengan warna cat merah membuat kesan kontras dan tegas.
sumber
Awal -awal dibangunnya jembatan Ampera masih memfungsikan bandul jembatan untuk mengangkat kontruksi dibagian tengah jembatan, supaya kapal besar bisa melintasi, tapi sejak tahun tujuh puluhan bandul jembatan tersebut tidak lagi dipakai karena kapal besar tidak melewatinya dan mengganggu kendaraan yang akan melewati jembatan.
Jembatan bersejarah dan legendaris lebih indah dan suasana berbeda jika dilihat pada malam hari, cahaya lampu mengikuti bentuk jembatan dengan bayangan yang memantul di atas air.