Selamat sore para steemian, menemani sisa akhir pekan kalian semua, saya mau berbagi secuil cerita seru dari Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh yang berakhir di ruang dapur saya hari ini. Yihaa... apalagi kalau bukan tentang si octopus alias gurita yang memiliki banyak tentakel, dengan daging yang gurih dan kenyal.
Ceritanya, saya baru tahu pagi tadi menjelang kepulangan kalau Bu Betty, pemilik rumah tempat kami menginap di Pulau Nasi adalah pedagang gurita. Bu Betty membeli gurita-gurita hasil buruan nelayan, untuk dijual kembali ke pelanggannya. Entah itu yang membeli langsung ke rumahnya di Kampung Deudap, atau untuk 'diekspor' ke Banda Aceh yang diangkut dengan kapal motor.
Saat sedang sarapan iseng saya bertanya kepada ketua rombongan, apakah di Kampung Deudap ada yang menjual gurita. Lalu, ketua rombongan menjawab seketika. "Bu Betty jual gurita!"
Oho...mendengar informasi itu, langsung aku menemui Bu Betty yang ada di halaman rumah. Setelah memastikan kalau ia memang menjual gurita, aku langsung menyatakan niat untuk membeli. Perkilognya dijual Rp47 ribu. Gurita yang saya beli satu ekornya naik 1,3 kilogram, dan untuk itu saya cuma bayar Rp61 ribu. Harga yang terjangkau untuk ukuran gurita sebesar itu. Bandingkan dengan gurita kurus kering yang sudah diasinkan, harganya bisa dua kali lipat.
Tanpa menunggu besok, gurita itu langsung saya eksekusi. Taraa... jadilah dia gurita rendang yang nendang banget. Yuk mamam...[]