Assalamulaikum ....Steemian. Saya terpaku saat menonton salah satu siaran berita televisi swasta Indonesia yang menyiarkan tentang Pemerintah Israel menjamu makan siang ribuan burung pelikan di Waduk Mismar Hasharon pada Selasa 24 Oktober 2017.
Setiap tahunnya lebih kurang 75000 sampai dengan 10000 ekor Pelikan bermigrasi dari Eropa Selatan untuk menghabiskan musim dingin di Afrika Tengah dan singgah di waduk Mismar Hasharon Israel. Seperti dilansir Reuter
Pemerintah Israel menghabiskan 6 ton ikan setiap satu pekan untuk menjamu makan siang secara gratis kepada ribuan burung pelikan tersebut. Kenapa, Kementrian Pertanian Israel bersedia mengeluarkan anggaran yang sangat besar terhadap satwa seperti pelikan tersebut?. Dengan disediakan makanan kepada burung tersebut, tentunya satwa itu tidak akan merusak budidaya ikan masyarat di waduk tersebut dan sekitarnya.
Nah, bagaimana. Ketika Gajah Sumatera merusak kebun- kebun petani di pedalaman Aceh?, apakah satwa dilindungi itu harus punah dengan makan racun atau harus mati dengan jeretan dan kabel telanjang bertegangan tinggi yang sengaja dipasang oleh petani yang tidak peduli terhadap kelangsungan hidup satwa?.
Bagimana jika Gajah Sumatera merusak kebun kita seperti yang kerap terjadi di Aceh. Haruskah satwa itu kita musnahkan dengan setetes racun yang kita olesi di makanan satwa itu?, sehingga satwa itu harus mati terkapar di areal perkebunan.Baca Gajah mati makan racun di Aceh Timur tahun 2016
Baru –baru ini, Dua ekor Gajah Sumatera kembali mati terkena kawat telajang bertengangan tinggi di pedalaman Kabupaten Aceh Timur. Baca Di sini
Akibat rasa ketidak pedulian dan keserakahan manusia. Setiap tahunnya, angka kematian satwa dilindungi di Nusantara ini kian bertambah dengan berbagai motif. Bukan saja Poe Meurah (Gajah-Sebutan Masyarakat Aceh) yang menjadi korban di rimba Sumatera ini. Namun satwa lainya seperti Harimau Sumatera, juga di ambang kepunahan. Baca Mongabay Indonesia. Kilas kisah Harimau Sumatra 2016
Seharusnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang manyoritas penduduknya bergama Islam, harus lebih intens dalam melakukan upaya perlindungan terhadap kelangsungan satwa dilindungi, serta menjaga keseimbangan alam.
Islam menuntut kita untuk melindungi satwa dan menjaga keseimbangan alam, hal itu telah diajarkan dalam Al- Quran, disini penulis mengutip ayat Al- Quran Surah Al-Jatsiyah ayat 45 : “Dan Dia telah menundukkan untukmu segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di muka bumi, semua itu dari Dia. Sesungguhnya di dalam yang demikian itu terdapat tanda- tanda bagi orang berfikir. (QS: Al – Jatsiayah, 45). Ini Kutipan selegkapnya Baca Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Perlindungan Satwa
Ketika alam hilang keseimbangannya, maka akan terjadi bermacam kerusakan di muka bumi ini, termasuk kerusakan kebun warga akibat ulah satwa. Untuk menghindari kerusakan alam yang lebih meluas lagi dan korban satwa terus bertambah di Nusantara ini. Melalui postingan ini, penulis ingin mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah, untuk dapat mengambil peran dalam menjaga satwa – satwa liar agar tidak terancam dari kepunahan.
Kenapa Pemerintah Israel, bisa menyumbangkan makan siang gratis kepada ribuan burung pelikan yang siggah. Kenapa kita tidak dapat memberikan kenyamanan kepada satwa kita di NKRI ini, sehingga Satwa dilindungi itu terselamat dari kepunahan dan dapat kita wariskan kepada anak cucu kita.
Jika Steemian ingin mengetahui jenis-jenis satwa dilinduni di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini : Baca Di sini
Salam Komunitas Steemit Indonesia (KSI)
FOLLOW – UPVOTE – RESTEEM - COMMENTS